Sebuah insiden tragis mengguncang wilayah timur China, menewaskan delapan orang dan melukai dua lainnya. Ledakan dahsyat melanda sebuah toko kembang api, memicu kebakaran hebat di tengah persiapan perayaan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada Selasa (17/2) besok, sebagaimana dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News.
Peristiwa mematikan ini terjadi pada Minggu (15/2) siang, sekitar pukul 14.30 waktu setempat, di distrik Donghai, Provinsi Jiangsu. Api yang berkobar pasca-ledakan berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran sekitar pukul 16.00, namun kerugian nyawa tak terhindarkan. Dua korban luka dilaporkan mengalami luka bakar ringan.

Otoritas setempat mengindikasikan bahwa penyebab awal ledakan adalah "pembuangan kembang api yang tidak tepat" oleh satu atau lebih penduduk desa. Praktik ini diduga memicu bencana di toko kembang api yang berlokasi di area tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, tim gabungan dari otoritas penanggulangan darurat, pemadam kebakaran, keamanan publik, dan kesehatan segera diterjunkan ke lokasi. Mereka bergerak cepat untuk melakukan operasi penyelamatan dan penanganan korban.
Penyelidikan mendalam kini tengah berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi ini. Pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden mematikan tersebut telah diamankan oleh aparat berwenang.
Insiden ini menyoroti risiko penggunaan kembang api, terutama menjelang Tahun Baru Imlek. Di pedesaan China, kembang api jenis percikan dan "rudal" sering dinyalakan untuk merayakan hari libur dan momen penting, termasuk Imlek.
Kementerian Penanggulangan Darurat China telah mengeluarkan peringatan keras. Mereka menekankan bahwa negara tersebut sedang memasuki periode puncak penggunaan kembang api selama liburan Imlek dan mengimbau warga untuk menghindari tindakan tidak aman, seperti uji tembak atau merokok di dekat toko kembang api. Selain itu, kementerian juga telah mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh perusahaan kembang api di China, mewajibkan "inspeksi menyeluruh" terhadap potensi risiko dan bahaya keselamatan guna mencegah terulangnya insiden serupa.

