Otoritas China melancarkan kecaman keras terhadap upaya Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang secara terang-terangan mencoba merekrut perwira militer Beijing sebagai informan. Tindakan provokatif ini, yang terungkap melalui sebuah video berbahasa Mandarin, memicu janji dari Beijing untuk mengambil "semua tindakan yang diperlukan" guna melawan aktivitas spionase asing. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini menandai peningkatan ketegangan signifikan dalam hubungan intelijen antara kedua kekuatan global.
Kementerian Luar Negeri China, melalui juru bicaranya Lin Jian, pada Jumat (13/2/2026), mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai "kekuatan anti-China". Dalam konferensi pers, Lin Jian menegaskan komitmen negaranya untuk "secara tegas memerangi infiltrasi dan aktivitas sabotase dari kekuatan asing yang anti-China". Ia menambahkan, China akan "secara tegas melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan" tanpa merinci lebih lanjut bentuk tindakan yang akan diambil.

Video kontroversial CIA, yang dipublikasikan melalui saluran YouTube mereka pada Kamis (12/2), dirancang khusus untuk menarik perwira militer China yang mungkin merasa tidak puas. Klip tersebut menampilkan karakter fiktif seorang perwira militer yang, setelah merenung bahwa "satu-satunya yang dilindungi para pemimpin adalah kepentingan mereka sendiri" dan "kekuasaan mereka didasarkan pada kebohongan yang tak terhitung jumlahnya", memutuskan untuk menghubungi intelijen AS. Adegan dalam video menunjukkan perwira tersebut di rumah bersama keluarganya, kemudian mengemudi di tengah hujan deras, sebelum akhirnya mengeluarkan laptop di mobil dan mengetik pesan, menyatakan bahwa "memilih jalan ini adalah cara saya berjuang untuk keluarga dan negara saya".
Teks berbahasa Mandarin yang menyertai video tersebut secara eksplisit meminta informasi sensitif. Pertanyaan yang diajukan mencakup "Apakah Anda memiliki informasi tentang para pemimpin China berpangkat tinggi? Apakah Anda seorang perwira militer atau memiliki hubungan dengan militer? Apakah Anda bekerja di bidang intelijen, diplomasi, ekonomi, sains, atau teknologi canggih, atau berurusan dengan orang-orang yang bekerja di bidang-bidang ini?" CIA juga menjamin kontak dapat dilakukan "dengan aman melalui layanan Tor yang tersembunyi", mengundang siapa pun yang "ingin memahami kebenaran" untuk menghubungi mereka.
Upaya perekrutan ini bukanlah yang pertama bagi CIA. Direktur John Ratcliffe sebelumnya telah mengungkapkan bahwa badan intelijen tersebut merilis sejumlah video serupa tahun lalu sebagai bagian dari strategi untuk "menyesuaikan taktik kami" dalam merekrut pejabat-pejabat China. Langkah ini menunjukkan evolusi metode spionase yang digunakan oleh AS dalam menghadapi rivalitas global. Insiden ini tidak hanya memperdalam jurang ketidakpercayaan antara Washington dan Beijing, tetapi juga menyoroti intensitas perang intelijen yang berlangsung di balik layar, dengan China kini bersiaga penuh menghadapi ancaman yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatannya.

