Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » China Beri Peringatan Keras Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba
Trending Indonesia

China Beri Peringatan Keras Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba

GunawatiBy Gunawati08-03-2026 - 16.45Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
China Beri Peringatan Keras Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Dalam sebuah pernyataan tegas yang menggema di panggung global, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengecam keras konflik bersenjata di Timur Tengah, mendesak Amerika Serikat untuk segera mencari titik temu dalam perbedaan pandangan dengan Beijing. Wang Yi menegaskan bahwa eskalasi yang dipicu oleh agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan tragedi yang seharusnya dapat dihindari. Pernyataan ini disampaikan oleh diplomat senior China tersebut dalam konferensi pers di ibu kota Tiongkok, seperti dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News pada Minggu (8/3/2026).

Menggarisbawahi urgensi situasi, Wang Yi secara eksplisit menyatakan, "Kekuatan fisik tidak serta-merta mencerminkan kebenaran argumentasi. Dunia tidak boleh terjerumus kembali ke dalam tatanan hukum rimba." Kecaman ini dilontarkan di sela-sela ‘Dua Sesi’, pertemuan politik tahunan China yang sangat diantisipasi. Acara paralel antara parlemen dan badan konsultatif politik Tiongkok ini selalu menjadi sorotan utama, memberikan indikasi penting mengenai arah kebijakan dan prioritas kepemimpinan tertinggi di tengah dinamika geopolitik yang penuh tantangan.

China Beri Peringatan Keras Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam kesempatan tersebut, Wang Yi tidak hanya menyoroti krisis di Timur Tengah, tetapi juga mengulas beragam isu krusial lainnya, termasuk perselisihan dagang dengan Amerika Serikat, eskalasi ketegangan di Laut Cina Selatan, serta konflik yang berkecamuk di Ukraina. Ia mengakui bahwa "tahun ini memang menjadi periode krusial bagi relasi Sino-AS." Hubungan antara Beijing dan Washington memang telah berada dalam tensi tinggi sejak kembalinya Presiden AS Donald Trump ke Gedung Putih setahun sebelumnya, yang diperparah oleh perang dagang dengan pemberlakuan tarif balasan yang merugikan kedua belah pihak.

Menyikapi proteksionisme ekonomi, Wang Yi mengkritik praktik sejumlah negara yang "mendirikan barikade tarif dan berupaya memisahkan serta mengganggu rantai pasokan global." Ia menganalogikan tindakan tersebut sebagai "upaya memadamkan api dengan menyiramkan bensin, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri." Meskipun mengakui bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat "tidak mungkin saling mengubah esensi satu sama lain," Wang Yi menekankan pentingnya "mengubah cara kita berinteraksi."

Ia mendesak kedua kekuatan global itu untuk "menciptakan iklim yang kondusif, mengelola divergensi yang ada, dan menyingkirkan intervensi yang tidak relevan." Namun, perbedaan pandangan tetap membayangi. China secara tegas mengecam intervensi militer AS dan Israel terhadap Iran, negara yang memiliki ikatan diplomatik dan perdagangan erat dengan Beijing. Secara spesifik, Tiongkok mengutuk keras pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin spiritual tertinggi Iran.

Di sisi lain, Wang Yi juga menegaskan kembali soliditas hubungan Tiongkok dengan Moskow, yang ia sebut "kokoh dan tak tergoyahkan," meskipun menghadapi kritik tajam dari negara-negara Barat terkait dukungan Beijing terhadap Rusia dalam konflik Ukraina. Pesan China jelas: stabilitas global hanya dapat tercapai melalui dialog dan penghormatan hukum internasional, bukan dengan dominasi kekuatan militer.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Akui Bunuh Menteri Intelijen Iran Dunia Menanti Reaksi

18-03-2026 - 18.30

Iran Geger Penangkapan Besar Besaran

18-03-2026 - 18.00

Beirut Berdarah Dini Hari

18-03-2026 - 16.45

Pangkalan Australia di UEA Diserang Proyektil Iran Ini Faktanya

18-03-2026 - 16.30

BBM Langka Negara Tetangga Indonesia Libur Tiap Rabu

18-03-2026 - 16.15

Peluru Nyasar Menggemparkan Korsel Militer Langsung Ambil Tindakan

18-03-2026 - 16.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.