Internationalmedia.co.id – News – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini mengunjungi Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan. Namun, kunjungannya tak hanya sebatas itu. Ia secara khusus memberikan perhatian serius pada pendampingan psikososial dan layanan kesehatan bagi warga terdampak gempa bumi, terutama kelompok rentan seperti lansia yang masih berada di lokasi pengungsian.
"Bukan hanya kebutuhan logistik yang harus kita pikirkan. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga krusial, terutama bagi anak-anak dan lansia yang sangat rentan dalam situasi bencana," tegas Khofifah, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan pascabencana.

Penyerahan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jatim dan berbagai pihak CSR ini berlangsung di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Khofifah untuk memastikan bahwa aspek non-fisik juga terlayani dengan baik.
Untuk tujuan tersebut, Pemprov Jatim telah mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) beranggotakan lima orang. Tim ini telah berada di lokasi selama tiga hari, berfokus pada trauma healing, konseling, dan penguatan mental bagi para penyintas. "Tim LDP ini adalah tim trauma healing. Kami ingin memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu, dan lansia. Mereka butuh waktu untuk pendampingan dan pemulihan," jelas Khofifah.
Khusus bagi para lansia, pendampingan psikososial dilakukan dengan metode khusus, membantu mereka menenangkan diri, mengurangi kepanikan, dan meredakan stres akibat gempa. Teknik defusing dan debriefing diterapkan untuk mencegah munculnya trauma lanjutan, memberi ruang bagi mereka untuk berbagi pengalaman dan mengelola ketakutan setelah bencana.
Khofifah menegaskan bahwa proses pendampingan ini tidak bisa dilakukan sekali saja. "Penguatan, konseling, dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Selama masih dalam situasi bencana dan pengungsian, pendampingan harus terus diberikan agar mereka bisa kembali kuat," ujarnya.
Selain dukungan mental, Khofifah juga memastikan layanan kesehatan bagi lansia di pengungsian terus berjalan. Pemantauan kesehatan mereka menjadi prioritas. Sebelumnya, Pemprov Jatim telah mengirimkan tujuh dokter ortopedi serta sepuluh dokter dan perawat untuk membantu RSUD Ruteng, ditambah 14 jenis obat-obatan esensial untuk pengungsian.
"Para lansia membutuhkan perhatian dan pendampingan ekstra. Kami berharap layanan kesehatan dapat berjalan optimal sehingga mereka merasa lebih aman dan tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini," lanjut Khofifah. Ia juga menyerukan semangat gotong royong dari berbagai pihak—pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat—untuk mempercepat proses pemulihan. "Kita semua bersaudara. Mari bersama-sama memberikan penguatan agar mereka tidak merasa sendiri," pungkasnya.
