Dunia pendidikan Amerika Serikat digegerkan oleh insiden penembakan brutal di Universitas Brown, salah satu institusi paling bergengsi di negara itu. Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu (13/12) malam waktu setempat ini menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya secara kritis, memicu kepanikan dan peringatan darurat di seluruh kampus.
Wali Kota Providence, Rhode Island, Brett Smiley, mengonfirmasi kabar duka tersebut pada Minggu (14/12/2025). "Saya dapat memastikan bahwa ada dua orang yang meninggal dan ada delapan orang lainnya dalam kondisi kritis," ujarnya, seperti dikutip dari AFP. Sebagian besar korban dilaporkan adalah mahasiswa yang kini dirawat intensif di Rumah Sakit Rhode Island dengan luka tembak serius.

Insiden memilukan ini segera menarik perhatian tingkat nasional. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keprihatinannya yang mendalam setelah mendapatkan pengarahan penuh. "Betapa mengerikannya hal itu," kata Trump, seraya menyerukan doa bagi para korban dan menegaskan fokus petugas saat ini adalah menolong yang terluka. Ia juga berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut setelah penyelidikan aparat kepolisian setempat rampung. Wakil Presiden AS, JD Vance, turut berkomentar melalui akun X miliknya, memastikan pemerintah terus memantau situasi dan FBI siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan.
Namun, bayang-bayang ketakutan masih menyelimuti kampus bergengsi yang masuk kategori Ivy League ini, sebab pelaku penembakan masih buron. Wali Kota Smiley mengungkapkan bahwa pihak berwenang belum berhasil menahan tersangka. Pelaku digambarkan sebagai seorang pria berusia sekitar 30 tahun, mengenakan pakaian gelap, dan terlihat dalam video berjalan di Hope Street, dekat lokasi kejadian. Saksi mata bahkan menyebutkan kemungkinan ia mengenakan masker kamuflase abu-abu.
Untuk mempercepat penangkapan pelaku, Biro Investigasi Federal (FBI) telah meluncurkan situs pelaporan khusus, memungkinkan masyarakat mengirimkan bukti foto dan video yang relevan terkait tersangka penembakan Universitas Brown. Selain itu, Kepolisian Providence juga membuka nomor telepon khusus bagi masyarakat untuk memberikan informasi. Perintah untuk tetap berada di dalam rumah masih berlaku bagi warga di dalam dan sekitar kampus, sementara aparat penegak hukum ditempatkan di seluruh kota untuk menjaga keamanan dan melanjutkan pencarian intensif.
Kengerian malam itu terekam jelas dalam kesaksian Sophia Holman, seorang mahasiswi Universitas Brown. Saat sedang mencari ruang kelas untuk belajar di gedung teknik sekolah Ivy League tersebut, ia mendengar suara tembakan yang awalnya ia kira berasal dari bengkel kayu. Namun, ketika melihat seseorang berlari ketakutan, ia pun ikut menyelamatkan diri dan segera menghubungi polisi. Holman memuji respons cepat polisi kampus dan tenaga medis. "Semua orang cukup tegang," katanya. "Saat ini ada banyak kekacauan dan ketakutan, tetapi saya pikir ada juga banyak kepercayaan, kepercayaan bahwa mereka berada di sana secepat mungkin, dan bahwa staf medis melakukan semua yang mereka bisa untuk semua orang yang terluka."
Hingga kini, pencarian terhadap pelaku masih terus dilakukan, meninggalkan duka mendalam dan pertanyaan besar di tengah komunitas Universitas Brown.
