Internationalmedia.co.id – News – Jajaran kepolisian di Kabupaten Bogor berada dalam status siaga tinggi menjelang akhir pekan ini. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, pada Sabtu (12/9/2026) siang, memimpin Apel Kesiapan Pengamanan di Lapangan Mako Polres Bogor. Apel ini secara khusus difokuskan untuk mengantisipasi potensi gesekan serius antar kelompok massa suporter yang diprediksi akan memadati wilayah tersebut.
Konsentrasi pengamanan ini tidak lepas dari dua agenda besar yang berpotensi memicu pergerakan massa signifikan. Pertama, laga klasik Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang, meskipun digelar di wilayah hukum Polda Metro Jaya, dipastikan akan berdampak pada pergerakan suporter dan titik-titik nonton bareng (nobar) di Bogor. Kedua, jadwal pertandingan Pegadaian Championship yang mempertemukan Persikad Depok kontra PSGC Ciamis di Stadion Pakansari, yang waktunya beririsan dengan agenda pertama.

Untuk menjamin keamanan dan ketertiban, Polres Bogor telah menyiagakan kekuatan pasukan gabungan yang komprehensif. Kontingen ini meliputi 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) dari Resimen I Korbrimob Polri, 1 SST Satuan Lalu Lintas, 1 SST Satuan Samapta, serta 1 SST Pengamanan Tertutup (Pamtup). Seluruh operasi ini juga mendapatkan dukungan penuh dari personel Sie Propam dan Sie Dokkes Polres Bogor, memastikan kesiapan dari berbagai aspek.
Dalam arahannya di hadapan Pejabat Utama dan seluruh personel gabungan, AKBP Wikha Ardilestanto secara tegas menyoroti tingginya rivalitas antar suporter yang kerap memicu ketegangan. Ia menekankan bahwa meskipun pertandingan Persija vs Persib berlangsung di luar yurisdiksi langsung Polres Bogor, pergerakan massa dan aktivitas nobar di wilayah hukum mereka akan sangat terdampak. "Penting untuk menyampaikan imbauan kepada para suporter, baik yang akan bertolak ke Jakarta maupun yang memilih nobar di Bogor, agar dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan persuasif," ujar Kapolres.
Salah satu titik kerawanan krusial yang menjadi perhatian utama Kapolres adalah potensi bertemunya dua arus massa yang berbeda. Diprediksi, waktu bubaran massa dari acara nobar akan berbarengan dengan pergerakan suporter Persikad Depok. "Ini harus diantisipasi dengan sangat cermat. Perpotongan waktu ini sangat berpotensi memicu gesekan di jalanan," tegas AKBP Wikha. Ia menambahkan, "Saya memohon keikhlasan dan fokus penuh dari seluruh rekan-rekan anggota agar seluruh rangkaian pengamanan ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar."
