Internationalmedia.co.id melaporkan lima berita internasional paling mengejutkan hari ini. Laporan dari berbagai sumber seperti Al Jazeera, Associated Press, AFP, dan Reuters menyoroti serangkaian peristiwa yang mengguncang dunia. Mulai dari ancaman krisis kesehatan global hingga konflik politik yang memanas.
Pertama, PBB mengeluarkan peringatan keras. Kebijakan pemotongan bantuan luar negeri pemerintahan Donald Trump berpotensi membalikkan kemajuan puluhan tahun dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Penarikan dana mendadak dari PEPFAR (Rencana Darurat Presiden AS untuk Penanggulangan AIDS) telah menciptakan guncangan sistemik, mengancam jutaan nyawa. Program yang diluncurkan pada 2003 oleh George W. Bush ini dianggap sebagai penyelamat bagi negara-negara dengan angka penderita HIV/AIDS yang tinggi. PBB memperkirakan kebijakan ini dapat menyebabkan peningkatan hingga 6 juta kasus baru.

Kedua, Departemen Luar Negeri AS akan segera melakukan PHK massal. Setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Presiden Trump, rencana pengurangan tenaga kerja akan segera dijalankan. Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Manajemen dan Sumber Daya, Michael Rigas, telah mengkonfirmasi hal ini.
Ketiga, seorang ulama Iran, Mansour Emami, menawarkan hadiah fantastis senilai Rp 18,5 miliar untuk siapa pun yang berhasil membunuh Presiden Trump dan menyerahkan kepalanya. Tawaran ini disampaikan dalam sebuah pidato berbahasa Azeri dan telah menimbulkan kegemparan internasional.
Keempat, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengajukan syarat untuk mengakhiri perang di Gaza. Netanyahu meminta Hamas untuk menyerahkan senjata dan meninggalkan wilayah Palestina sebagai prasyarat perundingan. Kegagalan memenuhi syarat ini, menurut Netanyahu, akan berujung pada konflik yang lebih besar. Hamas sendiri belum memberikan tanggapan resmi.
Terakhir, serangan kelompok Houthi di Laut Merah mengakibatkan tenggelamnya sebuah kapal kargo. Sebanyak 11 awak kapal dinyatakan hilang, sementara empat orang lainnya berhasil diselamatkan. Insiden ini menambah ketegangan di wilayah tersebut.