Internationalmedia.co.id melaporkan beberapa berita internasional yang menghebohkan dunia hari ini, Jumat (29/8/2025). Mulai dari tragedi di Jakarta yang mendapat sorotan internasional hingga ketegangan geopolitik yang memanas. Simak selengkapnya!
Kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta akibat terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi, menjadi berita utama media internasional. The Straits Times, media Singapura, misalnya, mengungkapkan duka dan kemarahan publik dengan judul yang menyoroti tuntutan keadilan untuk Affan Kurniawan, korban tewas tersebut. Media tersebut mewawancarai ibunda Affan, menggambarkan suasana duka dan amarah yang menyelimuti Jakarta. "Duka dan amarah melanda ibu kota Indonesia, Jakarta, saat keluarga Affan Kurniawan, 21 tahun, berduka atas kematian pengemudi ojol tersebut setelah ditabrak kendaraan taktis polisi saat aksi protes di Jakarta Pusat berubah ricuh," tulis The Straits Times.

Di lain sisi, Jerman mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk meninggalkan Iran. Imbauan ini muncul sebagai antisipasi atas potensi tindakan balasan Teheran terkait peran Berlin dalam penerapan kembali sanksi PBB terhadap program nuklir Iran. Langkah Jerman bersama Inggris dan Prancis ini dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan, terutama setelah serangan Israel dan AS ke Iran beberapa waktu lalu. Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan kekhawatiran atas dampak potensial dari tindakan balasan Iran terhadap warga negaranya.
Tegangnya situasi internasional juga terlihat dari pernyataan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang yakin AS tidak akan mampu menginvasi negaranya. Pernyataan ini muncul setelah AS mengerahkan lima kapal perang dan 4.000 tentara di kawasan Karibia, meskipun Washington mengklaim pengerahan tersebut sebagai operasi anti-narkoba. Venezuela merespon dengan meningkatkan patroli maritim dan merekrut ribuan anggota milisi.
Di Asia Tenggara, Mahkamah Konstitusi Thailand memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya. Pemberhentian ini didasarkan pada pelanggaran etika terkait sebuah percakapan telepon yang bocor ke publik. Mahkamah menyatakan Paetongtarn melanggar etika karena sikapnya dalam percakapan tersebut dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, saat kedua negara berada di ambang konflik.
Situasi di Timur Tengah juga tak kalah mencekam. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyerukan pencaplokan sebagian wilayah Jalur Gaza jika Hamas tidak meletakkan senjata. Smotrich, yang menentang kesepakatan damai dengan Hamas, mengajukan rencana untuk "menang di Gaza pada akhir tahun" dengan memberikan ultimatum kepada Hamas untuk menyerah dan membebaskan sandera. Perang Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun ini semakin menunjukkan kompleksitas konflik tersebut.

