Angka korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Texas, Amerika Serikat, terus meningkat. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa jumlah korban jiwa kini telah melampaui angka 120 orang, dengan lebih dari 170 lainnya masih dinyatakan hilang. Tragedi ini melanda Texas Hill Country, khususnya area perkemahan anak-anak di sepanjang sungai. Tim penyelamat terus bekerja keras menyisir puing-puing berlumpur di Kerr County dan sekitarnya, dengan kekhawatiran angka korban tewas akan terus bertambah.
Pertanyaan besar kini muncul: mengapa peringatan dini tak kunjung dikeluarkan? Laporan menyebutkan adanya permintaan bantuan dari petugas pemadam kebakaran di Ingram kepada Kantor Sheriff Kerr County pada dini hari tanggal 4 Juli, jauh sebelum banjir bandang menerjang. Namun, peringatan resmi kepada warga Texas baru muncul setelah bencana terjadi, memicu kecaman dan pertanyaan mengenai keterlambatan yang diduga telah merenggut banyak nyawa.

Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana untuk memberikan dukungan dan melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab keterlambatan peringatan dini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
