Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Bebas Sementara Berujung Pembantaian Keluarga
Trending Indonesia

Bebas Sementara Berujung Pembantaian Keluarga

GunawatiBy Gunawati11-02-2026 - 03.00Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Bebas Sementara Berujung Pembantaian Keluarga
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Ankara, Turki, ketika seorang narapidana yang baru saja mendapatkan izin pembebasan sementara diduga melakukan pembunuhan keji terhadap tiga anggota keluarganya sendiri. Korban-korban tersebut diidentifikasi sebagai ibu, istri, dan putrinya. Insiden memilukan ini, yang terjadi pada awal Februari 2026, segera memicu gelombang kemarahan dan kecaman dari berbagai kelompok aktivis perempuan di Turki. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pelaku kemudian mengakhiri hidupnya sendiri setelah melakukan aksi brutal tersebut.

Menurut laporan dari kantor berita Turki, DHA, pelaku yang tidak disebutkan namanya ini sedang menjalani hukuman penjara di wilayah barat laut Turki atas kasus penipuan dan ancaman bersenjata. Ia diberikan izin keluar penjara selama 11 hari, yang dimulai pada awal Februari. Namun, kebebasan sementara itu justru berujung pada pembantaian tragis yang merenggut nyawa orang-orang terdekatnya, memicu pertanyaan serius tentang sistem pengawasan narapidana.

Bebas Sementara Berujung Pembantaian Keluarga
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Komite Solidaritas Perempuan, salah satu kelompok feminis terkemuka di Turki, segera menyuarakan kemarahannya melalui platform X. Mereka menyoroti pola yang mengkhawatirkan: "Tahun lalu, enam wanita dibunuh oleh narapidana yang melarikan diri dari penjara atau dibebaskan sementara. Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri tidak mengatakan apa pun dan tidak ada yang bertanggung jawab! Dan hari ini, narapidana lain kembali menebar teror," tulis komite tersebut, menuntut pertanggungjawaban dari pihak berwenang.

Kelompok advokasi lain, We Will Stop Femicide, juga tidak tinggal diam. Mereka mengecam keras pembunuhan tersebut dan menyerukan aksi protes massal di Ankara sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan berbasis gender yang terus merajalela. Data yang dirilis oleh kelompok ini menunjukkan gambaran suram: pada tahun 2025 saja, tercatat 294 wanita dibunuh oleh pria, dan 297 wanita ditemukan tewas dalam keadaan mencurigakan. Lebih lanjut, 35 persen dari korban tewas dibunuh oleh suami mereka, dan 57 persen kasus pembunuhan melibatkan penggunaan senjata api, menggarisbawahi urgensi penanganan masalah ini.

Tragedi ini sekali lagi menyoroti celah dalam sistem peradilan dan keamanan di Turki, terutama terkait pengawasan terhadap narapidana yang dibebaskan sementara. Para aktivis mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya insiden serupa dan melindungi para wanita dari ancaman kekerasan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

AS Tawarkan Gencatan Senjata Lalu Serang Iran

25-03-2026 - 23.45

Israel Bersumpah Buru Dalang Rudal Iran

25-03-2026 - 23.30

Janji Kim Jong Un Mengguncang Dunia

25-03-2026 - 23.15

PBB Timur Tengah di Luar Kendali Dunia Terancam Krisis

25-03-2026 - 23.00

Teriakan Stop Sebelum Insiden Maut New York

25-03-2026 - 21.45

Iran Tolak Mentah Tawaran Damai AS Begini Alasannya

25-03-2026 - 21.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.