Sebuah insiden serius mengguncang Bandara Internasional Baghdad, Irak, ketika serangkaian roket menghantam kompleks vital tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa otoritas keamanan Irak mengonfirmasi sedikitnya lima orang terluka akibat serangan yang juga menyasar fasilitas diplomatik Amerika Serikat (AS) di sekitarnya.
Menurut keterangan dari media keamanan pemerintah Irak yang diterima internationalmedia.co.id, total lima roket ditembakkan, mendarat di area Bandara Internasional Baghdad dan sekitarnya. Empat di antara korban luka adalah karyawan bandara dan personel keamanan, sementara satu lainnya merupakan seorang insinyur. Selain area bandara utama, serangan juga mengenai pabrik desalinasi air. Beberapa roket lain dilaporkan jatuh di dekat sebuah penjara yang menampung tersangka kelompok ISIS, serta pangkalan udara Irak yang berdekatan dengan fasilitas diplomatik AS.

Menyusul insiden tersebut, pasukan keamanan Irak bergerak cepat. Mereka berhasil mengamankan lokasi peluncuran roket di wilayah al-Radwaniya, barat daya Baghdad. Tak hanya itu, tiga unit drone yang terdeteksi di dekat bandara juga berhasil ditembak jatuh, mengindikasikan kemungkinan adanya upaya serangan berlapis.
Kompleks Bandara Baghdad sendiri merupakan area strategis yang luas, mencakup pangkalan militer milik tentara dan dinas keamanan Irak, fasilitas logistik dan diplomatik AS, serta sebuah penjara pusat. Irak, yang telah lama terjebak dalam pusaran konflik proksi antara Amerika Serikat dan Iran, telah menjadi saksi bisu serangkaian serangan serupa sejak pecahnya perang di Timur Tengah. Kondisi ini bahkan memaksa Irak menutup wilayah udaranya dan menangguhkan seluruh lalu lintas udara di penjuru negeri.
Kelompok-kelompok bersenjata yang disokong oleh Teheran secara rutin mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone dan roket harian yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Irak, termasuk Bandara Baghdad. Serangan kali ini menambah daftar panjang insiden yang memicu ketegangan regional.
Kementerian Kehakiman Irak secara khusus menyuarakan kekhawatiran serius. Mereka memperingatkan bahwa serangan yang terjadi begitu dekat dengan bandara dapat mengancam keamanan penjara pusat al-Karkh, sebuah fasilitas krusial yang menampung ribuan tersangka ISIS yang baru-baru ini dipindahkan dari Suriah.
Insiden ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah Kedutaan Besar AS di Baghdad juga menjadi target serangan drone pada Sabtu lalu. Di hari yang sama, tiga pejuang yang diduga didukung Iran dilaporkan tewas dalam sebuah serangan di kota tersebut, yang ditudingkan kepada pasukan AS. Rentetan kejadian ini menggarisbawahi volatilitas situasi keamanan di Irak.

