Sebuah insiden mengejutkan baru-baru ini mengguncang ibu kota Irak, Baghdad, ketika kepulan asap tebal dan kobaran api terlihat membubung dari Hotel Al-Rasheed. Peristiwa ini, yang diduga kuat dipicu oleh jatuhnya sebuah drone, segera menarik perhatian luas di media sosial. Hotel tersebut berlokasi strategis di Zona Hijau Baghdad yang sangat dijaga ketat, sebuah area vital yang menjadi rumah bagi berbagai kantor pemerintahan dan misi diplomatik penting, termasuk Kedutaan Besar Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini memicu kekhawatiran akan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Pemandangan asap dan api yang membubung dari salah satu hotel ikonik di jantung Zona Hijau Baghdad ini sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform daring. Zona Hijau dikenal sebagai benteng keamanan, mengingat fungsinya sebagai pusat pemerintahan dan lokasi sejumlah kedutaan besar asing, termasuk yang paling menonjol adalah Kedutaan Besar AS. Keberadaan hotel di area sensitif ini menambah bobot insiden tersebut dan menimbulkan spekulasi mengenai target sebenarnya.

Kementerian Dalam Negeri Irak segera bergerak cepat untuk mengklarifikasi situasi. Melalui pernyataan resminya, pihak kementerian mengonfirmasi bahwa memang benar sebuah drone telah jatuh dan menghantam bagian pagar atas Hotel Al-Rasheed pada pagi hari waktu setempat. Hasil inspeksi mendalam yang dilakukan oleh tim forensik khusus di lokasi kejadian menyimpulkan bahwa meskipun insiden ini mengejutkan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Selain itu, kerusakan material yang ditimbulkan juga dinyatakan tidak signifikan, meredakan kekhawatiran awal akan dampak yang lebih parah.
Insiden jatuhnya drone ini bukan tanpa konteks. Sejumlah video yang beredar dan telah diverifikasi oleh berbagai sumber, termasuk CNN, menunjukkan adanya ledakan di sekitar kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad pada waktu yang hampir bersamaan. Beberapa rekaman bahkan memperlihatkan proyektil yang memiliki karakteristik serupa dengan drone menghantam area dekat kedutaan. Selain itu, sistem pertahanan udara dilaporkan telah berhasil mencegat proyektil lain di atas langit Baghdad, sekitar 600 meter dari kompleks diplomatik tersebut, menandakan adanya aktivitas udara yang mencurigakan. Sebelumnya, juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Sabah al-Numan, juga pernah mengungkapkan adanya serangan yang menargetkan sejumlah lokasi vital, termasuk markas besar Kedutaan Besar AS, Hotel Al-Rasheed, serta ladang minyak Majnoon di wilayah selatan Irak.
Meskipun tidak menimbulkan kerugian besar, serangkaian insiden ini kembali menyoroti kerentanan keamanan di Zona Hijau Baghdad dan memicu pertanyaan mengenai pihak di balik serangan drone tersebut. Otoritas Irak terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa yang mengancam stabilitas ibu kota.

