Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Amerika Serikat (AS) dengan tegas membantah adanya keterlibatan Iran dalam dua insiden militer terpisah yang terjadi di Timur Tengah: jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 dan kebakaran di kapal induk USS Gerald R Ford. Bantahan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Komando Pusat AS (USCENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi di Timur Tengah, mengeluarkan pernyataan resmi terkait hilangnya pesawat tanker KC-135. Menurut USCENTCOM, insiden ini terjadi di wilayah udara sekutu selama berlangsungnya "Operasi Epic Fury" dan bukan disebabkan oleh serangan musuh atau tembakan sekutu. Upaya penyelamatan awak pesawat sedang berlangsung, meskipun belum ada informasi pasti mengenai korban jiwa atau penyintas. Sumber dari Aljazeera menyebutkan, kecelakaan ini diduga melibatkan dua pesawat, di mana pesawat kedua berhasil mendarat dengan selamat.

Tak lama berselang, kapal induk raksasa AS, USS Gerald R Ford, dilaporkan mengalami kebakaran saat beroperasi di Laut Merah. Angkatan Laut AS melalui Komando Angkatan Laut Pusat (NAVCENT) atau Armada Kelima AS, segera mengklarifikasi bahwa insiden kebakaran ini tidak ada kaitannya dengan pertempuran yang sedang berlangsung melawan Iran. Kebakaran, yang terjadi di ruang laundry utama kapal, berhasil dipadamkan.
NAVCENT lebih lanjut menjelaskan bahwa dua pelaut USS Gerald R Ford mengalami luka-luka ringan dan kini dalam kondisi stabil serta menerima perawatan medis. Penting untuk dicatat, insiden ini tidak menyebabkan kerusakan pada sistem penggerak kapal, dan USS Gerald R Ford tetap beroperasi penuh. Kapal induk terbesar di dunia ini, bersama dengan kelompok tempurnya, saat ini mendukung "Operasi Epic Fury," sebuah operasi gabungan AS dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Selain USS Gerald R Ford, AS juga mengerahkan USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah untuk memperkuat operasi militer tersebut.

