Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi. Menanggapi eskalasi ini, Riyadh melalui Menteri Pertahanannya, Pangeran Khalid bin Salman, mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran untuk "bersikap bijaksana dan menghindari salah perhitungan."
Peringatan ini disampaikan Pangeran Khalid pada Sabtu (7/3), menyusul rentetan peluncuran rudal dan drone yang terus-menerus menyasar wilayah kerajaan. Usai bertemu dengan kepala militer Pakistan, Pangeran Khalid menyampaikan pesan penting melalui platform media sosial X. Ia menegaskan, "Kami membahas serangan Iran terhadap Kerajaan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikannya… Kami menekankan bahwa tindakan tersebut merusak keamanan dan stabilitas regional dan menyatakan harapan bahwa pihak Iran akan bersikap bijaksana dan menghindari salah perhitungan."

Seperti dilansir internationalmedia.co.id dari laporan AFP dan Euronews, Kementerian Pertahanan Saudi pada Sabtu (7/3) dini hari waktu setempat mengumumkan kembali terjadinya peluncuran drone ke wilayah mereka. Kementerian tersebut melaporkan telah berhasil mencegat empat drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah, sebuah fasilitas vital yang terletak jauh di dalam gurun Empty Quarter. Insiden ini merupakan serangan kedua dalam beberapa jam terakhir.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Saudi juga berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan area di sekitar ibu kota Riyadh. Tidak hanya itu, dua rudal balistik yang mengarah ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan juga berhasil dicegat oleh pertahanan udara kerajaan.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan gelombang ke-23 dari "Operasi Janji Sejati 4". Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (6/3), Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menegaskan penggunaan sistem rudal generasi baru yang canggih untuk menyasar target-target di wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Menurut pernyataan IRGC, gelombang terbaru operasi ini melibatkan sistem rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru yang dirancang untuk menyerang banyak target. "Markas besar pasukan teroris AS di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq termasuk di antara target yang dihantam dalam gelombang ini," demikian bunyi pernyataan IRGC, merujuk pada pos-pos terdepan Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. IRGC juga menambahkan bahwa target di dalam wilayah pendudukan Israel turut menjadi sasaran. "Juga di wilayah penting dan sensitif Be’er Sheva di wilayah pendudukan, pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, dan pusat dukungan militer termasuk di antara target," kata IRGC, merujuk pada kota yang berfungsi sebagai pusat teknologi rezim Israel.
Eskalasi ini menggarisbawahi rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut, dengan Arab Saudi berupaya menahan agresi sementara Iran terus menunjukkan kekuatan militernya di tengah ketegangan geopolitik yang semakin kompleks.

