Pandeglang, Banten – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menarik perhatian setelah getaran akibat erupsinya dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah pesisir Pandeglang, Banten. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, melalui Internationalmedia.co.id – News, memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan akibat fenomena tersebut.
Deni, Koordinator Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pandeglang, menjelaskan bahwa getaran tersebut dirasakan oleh warga yang bermukim di area pantai, meliputi kawasan populer seperti Carita, Labuan, Sumur, hingga Menes. "Kami koordinasi dengan aparatur di desa, belum ada laporan (kerusakan)," ujar Deni pada Sabtu. Namun, Deni menambahkan, sensasi getaran itu tidak dirasakan secara merata di semua titik di wilayah tersebut.

Selain guncangan, laporan terbaru yang diterima Pusdalops BPBD Pandeglang juga menyebutkan adanya hujan abu vulkanik di wilayah Pasauran, Kecamatan Carita. "Baru dapat laporan abu sudah sampai ke Pasauran," terang Deni. Ia menambahkan, intensitas abu yang turun tidak terlalu tebal, sehingga tidak menimbulkan dampak yang serius bagi aktivitas warga.
Meskipun demikian, Deni menegaskan bahwa kondisi masyarakat di Pandeglang saat ini masih terbilang aman dan terkendali. Pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. "Tetap tenang, waspada dan utamakan keselamatan diri, keluarga, dan orang lain," pungkasnya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak lanjutan dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
