Internationalmedia.co.id – News – Gelombang erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali aktif telah memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi Banten. Demi menjaga keselamatan dan kesehatan ribuan pelajar, seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Khusus (SKh) di wilayah tersebut diinstruksikan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari berturut-turut, terhitung mulai Senin, 7 September 2026.
Keputusan krusial ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor T-400.3.1/4237/Dindikbud/2026 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin. PJJ akan berlangsung pada Senin (7/9), Selasa (8/9), dan Rabu (9/9) tahun 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Gubernur Banten, Andra Soni, yang menekankan pentingnya prioritas kesehatan dan kenyamanan komunitas pendidikan.

Jamaluddin menegaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai upaya preventif. "Seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SKh Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dialihkan sementara untuk melaksanakan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) selama 3 (tiga) hari, pada Senin sampai dengan Rabu, 7 sampai dengan 9 September 2026," ujar Jamaluddin dalam edaran resminya yang dirilis Minggu (6/9/2026) kemarin.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tidak akan berhenti di situ. Mereka berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi. Koordinasi intensif akan dilakukan secara berkala dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pertimbangan teknis mengenai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan arah sebaran abu vulkanik, yang akan menjadi dasar penentuan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Lebih lanjut, Jamaluddin juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala satuan pendidikan. Mereka diwajibkan untuk memastikan kelancaran kegiatan PJJ, memantau proses belajar mengajar secara daring, serta menyampaikan laporan berkala kepada Kepala Dinas melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masing-masing wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Tidak hanya itu, peran serta orang tua atau wali murid juga sangat diharapkan. Jamaluddin mengimbau agar mereka mendampingi, mengawasi, dan membimbing putra-putrinya selama pelaksanaan PJJ. Imbauan penting lainnya adalah untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan guna menghindari paparan abu vulkanik secara langsung. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker standar medis atau respirator menjadi keharusan demi menjaga kesehatan pernapasan.
