Internationalmedia.co.id – News – Polisi Israel mengumumkan akan mengerahkan kekuatan besar di sekitar Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan. Penjagaan ketat ini, yang dimulai pada minggu ini, bertujuan untuk mengamankan salah satu situs paling sensitif di Yerusalem di tengah potensi ketegangan.
Arad Braverman, seorang perwira polisi senior Yerusalem, menyatakan bahwa pasukan akan ditempatkan "siang dan malam" di seluruh kompleks, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, serta di area sekitarnya. Ribuan personel tambahan juga akan bertugas khusus untuk salat Jumat, yang secara tradisional menarik jumlah jamaah Muslim terbesar.

Terkait akses bagi warga Palestina, polisi Israel merekomendasikan penerbitan 10.000 izin bagi penduduk Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Yerusalem. Braverman tidak merinci apakah batasan usia akan diberlakukan, namun menegaskan bahwa jumlah orang akan ditentukan oleh pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah Palestina mengeluarkan pernyataan terpisah, mengklaim bahwa mereka telah diberitahu bahwa izin akan kembali dibatasi untuk pria di atas 55 tahun dan wanita di atas 50 tahun, mencerminkan kriteria yang diterapkan pada tahun sebelumnya. Pernyataan ini menyoroti adanya potensi perbedaan informasi atau kebijakan antara kedua belah pihak.
Lebih lanjut, pemerintah Palestina menyoroti bahwa otoritas Israel telah menghalangi Waqf Islam, badan yang dikelola Yordania dan bertanggung jawab atas pengelolaan situs tersebut, untuk melakukan persiapan rutin. Persiapan ini termasuk pemasangan struktur peneduh dan pendirian klinik medis sementara, yang sangat krusial untuk kenyamanan dan kesehatan jamaah selama Ramadan.
Sebuah sumber dari Waqf mengkonfirmasi pembatasan tersebut, menambahkan bahwa 33 karyawannya telah dilarang memasuki kompleks tersebut pada minggu-minggu menjelang Ramadan.
Kompleks Al-Aqsa, yang merupakan simbol sentral identitas Palestina, memang seringkali menjadi titik konflik dan ketegangan, terutama selama periode sensitif seperti bulan Ramadan. Peningkatan pengamanan ini diperkirakan akan menjadi fokus perhatian dunia internasional.

