Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok mengeluarkan imbauan mendesak bagi seluruh warga negaranya yang berada di Israel untuk segera meninggalkan wilayah tersebut. Situasi keamanan di sana dilaporkan memburuk secara signifikan. Demikian laporan Internationalmedia.co.id – News yang merujuk pada informasi terkini.
Menurut laporan Al-Jazeera, Kedutaan Besar Tiongkok di Israel secara eksplisit meminta warganya untuk tidak lagi mempertaruhkan keselamatan mereka. "Mengungsi atau kembali ke Tiongkok sesegera mungkin," demikian pernyataan tegas dari kedutaan.

Kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, lebih lanjut mengutip pernyataan kedutaan yang mengonfirmasi bahwa Beijing sedang mengorganisir misi evakuasi tambahan bagi warganya. Jalur evakuasi utama yang diatur adalah melalui perbatasan Taba yang menghubungkan Israel dengan Mesir.
Pemicu utama di balik imbauan darurat ini adalah eskalasi signifikan dalam konflik regional. Pemerintah Tiongkok secara spesifik menyoroti peningkatan intensitas dan frekuensi serangan rudal serta drone yang dilancarkan dari Iran menuju Israel. Pernyataan kedutaan yang dikutip Xinhua menegaskan, "Lingkup, frekuensi, dan intensitas serangan rudal dan drone terhadap Israel semakin meningkat, menyebabkan meningkatnya korban jiwa dan kerugian harta benda, serta insiden berulang kali di mana orang-orang terluka karena gagal mencapai tempat perlindungan bom tepat waktu."
Sebagai langkah pencegahan, kedutaan juga mengeluarkan peringatan keras bagi warganya yang masih berada di Israel. Mereka diimbau "untuk menjauhi bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, kilang minyak, dan fasilitas infrastruktur penting lainnya serta situs militer yang sensitif" guna menghindari potensi bahaya. Imbauan ini mencerminkan kekhawatiran Beijing terhadap keselamatan warganya di tengah ketegangan yang terus memuncak di Timur Tengah.

