Internationalmedia.co.id – News – Sebuah kisah keberanian luar biasa muncul dari tragedi penembakan massal di Pantai Bondi, Australia, yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Ahmed el Ahmed, seorang warga sipil Muslim Australia, kini menjadi sorotan global setelah aksi heroiknya merebut senjata api dari salah satu pelaku penembakan dengan tangan kosong. Pujian mengalir deras dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang secara eksplisit memuji Ahmed sebagai "pria Muslim pemberani".
Aksi nekat Ahmed yang mempertaruhkan nyawanya terekam kamera dan dengan cepat menyebar viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat Ahmed seorang diri menghadapi pelaku, berhasil melucuti senjata api meskipun harus menerima dua tembakan di bagian atas bahu kirinya. Berkat penanganan medis, Ahmed telah menjalani operasi dan kini dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese turut menyampaikan apresiasinya, menyebut Ahmed telah "merebut senjata dari pelaku dengan mempertaruhkan nyawanya". Chris Minns, Premier negara bagian New South Wales, memuji Ahmed sebagai "pahlawan sejati" dan menggambarkan video aksinya sebagai "adegan paling luar biasa yang pernah saya lihat". Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut memberikan sanjungan, menyebut Ahmed sebagai "seseorang yang sangat berani" yang telah "menyelamatkan banyak nyawa".
Pujian dari PM Netanyahu terhadap Ahmed menarik perhatian khusus. Sebelumnya, Netanyahu sempat keliru menyebut aksi heroik Ahmed sebagai "puncak kepahlawanan Yahudi". Namun, dalam pernyataan terbarunya, ia mengoreksi dan menegaskan bahwa Ahmed adalah "pria Muslim pemberani". Di balik pujian tersebut, Netanyahu juga melontarkan kritik tajam kepada PM Albanese, menuduhnya "tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penyebaran antisemitisme di Australia" dan bahkan "mengobarkan api antisemitisme" dengan mengakui negara Palestina.
Insiden penembakan massal yang terjadi pada Minggu (14/12) lalu ini menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Kepolisian Australia telah mengidentifikasi dua pelaku sebagai Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid tewas ditembak polisi di lokasi kejadian, sementara Naveed mengalami luka kritis dan kini berada di bawah penjagaan ketat kepolisian di sebuah rumah sakit. Otoritas setempat juga mengungkapkan bahwa Sajid memiliki enam senjata api secara legal.
Meskipun motif pasti di balik penembakan ini masih dalam penyelidikan mendalam, diketahui bahwa insiden tersebut terjadi saat acara tahunan "Hanukkah by the Sea" yang diselenggarakan oleh komunitas Yahudi di Pantai Bondi. Oleh karena itu, Kepolisian Australia telah menetapkan penembakan massal ini sebagai "insiden teroris".
Saksikan momen heroik Ahmed merebut senjata pelaku penembakan di Australia melalui video yang tersedia di internationalmedia.co.id.
