Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Kabar duka dan mengejutkan datang dari Australia. Insiden penembakan brutal di Pantai Bondi, Sydney, yang sebelumnya telah merenggut banyak nyawa, kini dilaporkan telah menewaskan 15 orang. Yang lebih mengejutkan, polisi telah mengungkap identitas pelaku: seorang ayah dan anaknya sendiri. Peristiwa tragis ini telah mengguncang publik, tidak hanya di Australia tetapi juga dunia.
Dilansir dari laporan internationalmedia.co.id, Senin (15/12/2025), Perdana Menteri New South Wales (NSW), Chris Minns, mengonfirmasi peningkatan jumlah korban tewas. Selain 15 korban jiwa, Minns juga menyatakan bahwa 40 orang lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Rentang usia korban sangat memprihatinkan, mulai dari anak berusia 10 tahun hingga lansia berumur 87 tahun, menunjukkan betapa acaknya serangan tersebut.

Pihak kepolisian NSW telah berhasil mengidentifikasi dua individu yang bertanggung jawab atas aksi keji ini. Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa para pelaku adalah seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Sang ayah dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah ditembak oleh aparat kepolisian.
Sementara itu, sang anak saat ini berada dalam kondisi kritis namun stabil dan sedang dirawat di rumah sakit. Lanyon menegaskan bahwa kepolisian tidak lagi mencari tersangka tambahan. "Kami sangat yakin bahwa hanya ada dua pelaku yang terlibat dalam insiden kemarin," ujar Lanyon, menepis spekulasi adanya pihak ketiga.
Meskipun identitas pelaku telah terungkap, motif di balik penembakan massal ini masih menjadi misteri yang mendalam. Lanyon menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai motif para penembak, dengan alasan penyelidikan yang masih berlangsung intensif. "Kami ingin memahami motif di balik kedua orang ini, mengapa mereka melakukan tindakan sekeji ini," pungkasnya, menekankan pentingnya mengungkap kebenaran di balik tragedi yang mengguncang Australia ini.