Sebuah insiden memilukan mengguncang Suriah, menewaskan dua prajurit Amerika Serikat dan seorang penerjemah sipil. Serangan brutal ini memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang bersumpah akan melancarkan pembalasan serius. Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, insiden tersebut diduga kuat didalangi oleh kelompok militan ISIS.
Serangan maut itu terjadi pada Sabtu, 13 Desember, menyebabkan tiga orang tewas dan tiga lainnya terluka. Komando Pusat AS dan Departemen Pertahanan secara tegas menunjuk penembak ISIS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan tersebut.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Presiden Trump menyampaikan duka mendalam. "Kami akan membalas," tegasnya, sembari menyatakan bahwa negaranya berduka atas "kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat." Ia juga berdoa untuk kesembuhan tiga korban luka yang "tampaknya dalam keadaan cukup baik."
Trump juga menyoroti kerja sama AS dengan pasukan Suriah, menyebutkan bahwa "Suriah, omong-omong, ikut berperang bersama kita." Ia menambahkan bahwa presiden baru Suriah "sangat terpukul oleh apa yang terjadi."
Kantor Gubernur Iowa, Kim Reynolds, mengonfirmasi pada Sabtu malam bahwa para prajurit yang gugur adalah anggota Garda Nasional negara bagian tersebut. Nama-nama mereka dijadwalkan akan dirilis pada Minggu pukul 5 sore waktu setempat. Tiga anggota Garda Nasional Iowa lainnya yang terluka telah dievakuasi ke fasilitas medis.
Dengan hati yang berat, Gubernur Reynolds menyatakan, "Doa dan belasungkawa terdalam kami bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari prajurit kami yang gugur dalam tugas." Ia juga menyerukan agar seluruh warga Iowa bersatu mendukung dan mendoakan para korban di masa sulit ini.
Beberapa menit setelah pernyataan persnya, Trump kembali menegaskan ancaman pembalasan melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut insiden itu sebagai "serangan ISIS terhadap AS, dan Suriah," dan menulis, "Akan ada pembalasan yang sangat serius." Hingga kini, ISIS belum secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, turut mengutuk serangan tersebut pada Sabtu. Melalui platform X, ia menyampaikan, "Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah serta rakyat AS, dan kami berharap para korban luka segera pulih."

