Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah otoritas Rusia mengumumkan telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas industri dan energi Ukraina. Serangan ini disebut sebagai balasan atas apa yang mereka klaim sebagai serangan Ukraina terhadap "target sipil" di wilayah Rusia, dengan menggunakan rudal hipersonik sebagai salah satu senjata utamanya.
Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataannya pada Sabtu (13/12), mengonfirmasi telah melakukan "serangan besar-besaran" tersebut. Mereka menjelaskan bahwa berbagai jenis senjata digunakan, termasuk rudal hipersonik Kinzhal yang terkenal karena kecepatan dan kemampuan manuvernya yang sulit dicegat. Serangan ini secara eksplisit disebut sebagai "tanggapan terhadap serangan teroris Ukraina terhadap target sipil di Rusia," menandakan peningkatan signifikan dalam dinamika konflik yang telah berlangsung lama.

Pernyataan Rusia ini muncul tak lama setelah insiden serangan drone Ukraina di kota Saratov, Rusia tengah, yang dilaporkan menewaskan dua orang pada hari yang sama. Insiden di Saratov ini menjadi salah satu pemicu klaim balasan dari Moskow, yang menuduh Kyiv menargetkan warga sipil.
Gubernur wilayah Saratov, Roman Busargin, melalui saluran Telegram-nya, mengonfirmasi bahwa drone-drone tersebut menghantam sebuah bangunan tempat tinggal. "Dua orang tewas," tulis Busargin, seraya menambahkan bahwa "akibat serangan drone, beberapa apartemen di sebuah bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan." Pihak berwenang setempat berjanji akan memberikan bantuan finansial kepada warga yang apartemennya terdampak. Kota Saratov sendiri terletak strategis di tepi sungai Volga, berhadapan langsung dengan kota Engels, yang merupakan lokasi pangkalan militer Rusia yang penting dan pernah menjadi target serangan drone Ukraina sebelumnya.
Serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia bukanlah hal baru. Selama hampir empat tahun invasi Moskow ke Ukraina, Kyiv telah secara konsisten melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia sebagai respons terhadap invasi yang telah merebut sebagian besar wilayah Ukraina dan menghujani negara itu dengan rudal dan drone. Siklus serangan dan balasan ini terus memanaskan situasi di garis depan konflik, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
