Internationalmedia.co.id – Pentagon secara resmi mengumumkan persetujuan terhadap pakta keamanan AUKUS, yang akan memungkinkan Australia mengakuisisi setidaknya tiga kapal selam nuklir kelas Virginia buatan Amerika Serikat dalam kurun waktu 15 tahun mendatang. Keputusan ini diambil setelah peninjauan selama lima bulan yang diprakarsai oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, dan ditegaskan sejalan dengan kepentingan keamanan nasional AS.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa peninjauan tersebut mengidentifikasi peluang untuk memperkuat posisi AUKUS. Kesepakatan ini juga mendapat dukungan dari anggota Kongres AS, Joe Courtney, yang menekankan keselarasan pakta tersebut dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Pakta AUKUS bertujuan untuk memperkuat pertahanan Australia dengan armada kapal selam canggih dari AS, serta memfasilitasi kerja sama dalam pengembangan teknologi peperangan. Penjualan kapal selam yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2032, menjadi inti dari strategi Australia untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh di kawasan Pasifik, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman dari China.
Kesepakatan yang diperkirakan menelan biaya hingga US$ 235 miliar (Rp 3.915 triliun) selama 30 tahun ke depan bagi Australia ini, juga mencakup transfer teknologi untuk memungkinkan Canberra membangun kapal selam sendiri di masa depan. Menteri Pertahanan Australia, Pat Conroy, menyambut baik hasil peninjauan AS dan menegaskan komitmen Australia untuk terlibat secara konstruktif dalam meningkatkan AUKUS.
Keputusan Australia untuk memilih AUKUS sempat memicu ketegangan dengan Prancis pada tahun 2021, setelah Canberra membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam bertenaga diesel dari Paris. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi pertahanan Australia dan memperkuat aliansi keamanan dengan Amerika Serikat dan Inggris.
