Internationalmedia.co.id – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini menggelar latihan perang angkatan laut di perairan Teluk, sebuah langkah yang diyakini banyak pihak sebagai pesan peringatan yang ditujukan kepada kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di wilayah tersebut. Latihan ini berlangsung di tengah ketegangan yang masih membara pasca-perang singkat antara Iran dan Israel yang melibatkan AS beberapa waktu lalu.
Latihan perang skala besar ini, menurut laporan televisi pemerintah Iran, menunjukkan "pengorbanan dan semangat perlawanan" Angkatan Laut IRGC dalam menghadapi potensi ancaman terhadap Iran. Latihan ini juga menjadi sinyal bahwa Iran siap melindungi kepentingan nasionalnya di kawasan tersebut.

Unit-unit angkatan laut yang terlibat dalam latihan tersebut dilaporkan telah "mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal Amerika yang berada di kawasan itu, menyampaikan pesan tegas mereka," meskipun isi pesan tersebut tidak diungkapkan secara rinci. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak militer AS terkait latihan perang tersebut.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa IRGC mengerahkan sistem pertahanan udara canggih yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan, yang diklaim mampu mendeteksi target udara dan maritim. Hal ini menunjukkan keseriusan Iran dalam meningkatkan kemampuan pertahanannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Selat Hormuz, yang merupakan titik strategis di Teluk dan menjadi jalur utama menuju Laut Oman, merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar 20 persen ekspor minyak dunia setiap tahunnya. Wakil Panglima IRGC, Ali Fadavi, menekankan pentingnya Selat Hormuz dan berjanji untuk melindungi jalur perairan strategis tersebut.
Fadavi juga menegaskan bahwa keamanan Teluk adalah "garis merah" bagi Iran, dan menuduh musuh-musuh Iran, seperti AS dan Israel, sebagai "pendorong utama ketidakamanan global". IRGC sebelumnya telah beberapa kali menyita kapal tanker berbendera asing yang berlayar di Teluk, dengan alasan penyelundupan bahan bakar.

