Trump mengklaim langkah ini diperlukan agar sistem di Amerika Serikat dapat pulih sepenuhnya. Pernyataan ini muncul setelah insiden penembakan terhadap dua anggota Garda Nasional di Washington DC yang diduga dilakukan oleh seorang warga negara Afghanistan.
Dalam unggahannya di media sosial, Trump juga mengancam akan membatalkan jutaan izin migran yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Joe Biden dan akan mendeportasi imigran yang dianggap bukan aset bagi Amerika Serikat. Ia bahkan berjanji mengakhiri tunjangan federal bagi warga negara non-AS dan mendeportasi warga asing yang dianggap berisiko keamanan atau "tidak sesuai dengan Peradaban Barat."

Pernyataan keras Trump ini menandai peningkatan retorika anti-imigran yang menjadi ciri khasnya. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengurangi populasi imigran ilegal secara signifikan. "Hanya MIGRASI TERBALIK yang dapat sepenuhnya menyembuhkan situasi ini," tegasnya.
Sebelumnya, dua anggota Garda Nasional AS ditembak di dekat Gedung Putih. Polisi telah menangkap seorang tersangka terkait insiden tersebut. Kedua korban saat ini dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
