Internationalmedia.co.id – Otoritas Hong Kong bergerak cepat dengan meluncurkan investigasi kriminal terkait kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po. Kebakaran yang merenggut puluhan nyawa ini menyisakan tanda tanya besar, mendorong pihak berwajib untuk mendalami lebih jauh penyebab dan potensi kelalaian yang terjadi.
Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, mengungkapkan kejanggalan dalam penyebaran api yang dinilai "tidak biasa". Hal ini memicu penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta di balik tragedi tersebut.

Hingga saat ini, kebakaran tragis ini telah menelan sedikitnya 44 korban jiwa, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka serius dan ratusan orang masih dinyatakan hilang. Upaya pemadaman terus dilakukan, namun api masih berkobar di beberapa unit apartemen.
Tiga orang, yang terdiri dari dua direktur dan seorang konsultan perusahaan konstruksi lokal, telah ditangkap atas dugaan pembunuhan terkait kebakaran ini. Kepolisian Hong Kong menuduh mereka melakukan "kelalaian berat" yang berakibat fatal.
Penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri, namun beberapa faktor potensial tengah diselidiki. Salah satunya adalah penggunaan material konstruksi yang mudah terbakar, seperti papan polystyrene yang ditemukan menghalangi jendela beberapa apartemen.
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran setempat, Andy Yeung, menyoroti bahwa papan polystyrene tersebut sangat mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api. Keberadaan papan-papan tersebut dianggap tidak lazim, sehingga dilaporkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pemimpin pemerintah Hong Kong, John Lee, menegaskan bahwa otoritas perumahan akan menyelidiki apakah lapisan pelindung yang digunakan selama renovasi bangunan memenuhi standar tahan api. Pihaknya berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku.
Selain itu, perancah bambu yang dipasang di sekitar gedung apartemen yang sedang diperbaiki juga menjadi sorotan. Perancah bambu, yang masih umum digunakan di Hong Kong, diduga mempercepat penyebaran api ke blok-blok apartemen lainnya di kompleks Wang Fuk Court.
