Macron Ungkap Titik Kritis dalam Rencana Damai Ukraina-Rusia, Ada Apa?
Macron menyatakan bahwa usulan perdamaian AS memiliki elemen yang layak dibahas lebih lanjut. Namun, ia menekankan bahwa perdamaian yang dicapai tidak boleh berupa penyerahan diri yang akan menempatkan Ukraina dalam posisi yang tidak menguntungkan dan memberikan Rusia keleluasaan untuk memperluas agresinya ke negara-negara Eropa lainnya.

"Apa yang diajukan memberikan kita gambaran tentang apa yang dapat diterima oleh Rusia," ujar Macron, seraya menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai persyaratan perdamaian harus berada di tangan Ukraina sepenuhnya. "Tidak seorang pun dapat mengatakan untuk kepentingan Ukraina, soal konsesi teritorial apa yang bersedia mereka berikan," imbuhnya.
Macron juga menyoroti pentingnya peran Eropa dalam menentukan penggunaan aset Rusia yang dibekukan di Eropa untuk pembangunan kembali Ukraina pascaperang. Ia menegaskan bahwa Eropa memiliki hak untuk bersuara dalam masalah ini.
Lebih lanjut, Macron menekankan bahwa "satu-satunya garis merah" adalah Rusia sendiri. Ia mempertanyakan kesiapan Rusia untuk mencapai perdamaian abadi yang tidak akan mengarah pada invasi kembali ke Ukraina di masa depan.
Pernyataan Macron ini muncul menjelang konferensi video dengan para pemimpin negara sekutu utama Ukraina di Eropa untuk membahas rencana perdamaian tersebut. Sementara itu, eskalasi konflik terus berlanjut dengan serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv dan serangan balasan Ukraina di wilayah Rostov, Rusia.
