Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Zelensky: Pilih Martabat atau Kehilangan Amerika? Ukraina di Persimpangan Jalan
Trending Indonesia

Zelensky: Pilih Martabat atau Kehilangan Amerika? Ukraina di Persimpangan Jalan

GunawatiBy Gunawati23-11-2025 - 04.45Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Zelensky: Pilih Martabat atau Kehilangan Amerika? Ukraina di Persimpangan Jalan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak mentah-mentah usulan rencana perdamaian dari Amerika Serikat (AS) yang dianggapnya menempatkan Ukraina pada pilihan sulit: kehilangan martabat atau kehilangan dukungan dari sekutu utama. Rencana yang digadang-gadang didukung oleh Presiden Donald Trump tersebut, mengharuskan Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayah timurnya kepada Rusia.

Zelensky dalam pidatonya yang disiarkan melalui media sosial, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap Ukraina saat ini sangat berat. Ia merasa dihadapkan pada pilihan yang pahit, antara mempertahankan harga diri bangsa atau berisiko kehilangan dukungan dari AS, mitra utama yang selama ini membantu Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Zelensky: Pilih Martabat atau Kehilangan Amerika? Ukraina di Persimpangan Jalan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saat ini adalah salah satu momen paling sulit dalam sejarah kita," tegas Zelensky. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan mengkhianati Ukraina dan akan mengusulkan alternatif terhadap rencana perdamaian yang dianggap merugikan tersebut.

Rencana perdamaian usulan AS yang terdiri dari 28 poin, memang menuai kontroversi. Selain mewajibkan penyerahan wilayah, rencana tersebut juga mengharuskan Ukraina untuk memangkas jumlah pasukan militernya dan mengakui wilayah yang dikuasai Rusia sebagai bagian de facto dari Rusia. Sebagai imbalannya, Ukraina dijanjikan jaminan keamanan dan pendanaan untuk rekonstruksi.

Namun, usulan ini ditentang keras oleh negara-negara Eropa, yang menganggapnya sebagai bentuk penyerahan diri. Zelensky sendiri berencana untuk berbicara langsung dengan Trump guna menyampaikan argumen dan mengusulkan alternatif yang lebih baik bagi Ukraina.

"Saya akan menyampaikan argumen, saya akan membujuk, saya akan mengusulkan alternatif," ujarnya. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengkhianati Ukraina, seperti yang telah ia buktikan sejak awal invasi Rusia pada Februari 2022. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Ungkap Kekecewaan Hubungan AS Inggris

04-03-2026 - 07.45

Khamenei Dimakamkan di Kota Suci Upacara Besar Menanti

04-03-2026 - 07.30

Saat Iran Berperang Alam Pun Ikut Bergetar

04-03-2026 - 07.15

Jantung Teheran Diserang Israel Iran Klaim Ratusan Tentara AS Tewas

04-03-2026 - 07.00

Konflik Membara Lebanon Ribuan Orang Mengungsi

04-03-2026 - 03.45

Dunia Menahan Napas Hormuz

04-03-2026 - 03.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.