Internationalmedia.co.id – Pertemuan antara Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih menjadi sorotan. Trump tak hanya menjamu MBS dengan makan malam mewah, tetapi juga melontarkan pujian dan bahkan terkesan membela sang pangeran terkait isu sensitif.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (18/11) waktu setempat, Trump menyebut MBS sebagai "kawan baik" dan memuji kinerjanya dalam berbagai bidang, termasuk "hak asasi manusia". Pernyataan ini tentu mengundang tanya, mengingat rekam jejak HAM Saudi yang kerap menjadi sorotan dunia.

Kunjungan MBS ke Gedung Putih ini adalah yang pertama sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Trump bahkan membela MBS terkait pembunuhan Khashoggi, meskipun intelijen AS mengindikasikan keterlibatan sang pangeran. "Banyak orang tidak menyukai pria yang Anda bicarakan itu… tetapi dia (sang pangeran) tidak tahu apa-apa tentang itu," ujar Trump kepada wartawan, seperti dilansir Internationalmedia.co.id.
Jamuan makan malam kenegaraan yang digelar untuk MBS diwarnai momen unik. MBS melontarkan candaan tentang taruhan online terkait pakaian yang dikenakannya. Ia berkelakar bahwa ada yang bertaruh ia akan mengenakan setelan jas hitam, dan jika itu terjadi, mereka akan mendapatkan keuntungan 17 kali lipat.
Selain jamuan makan malam, Trump juga mengumumkan penetapan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO. Status ini memberikan keuntungan tertentu bagi Saudi dalam perdagangan pertahanan dan kerja sama keamanan.
Selama kunjungan MBS, kedua negara juga menandatangani sejumlah perjanjian, termasuk di bidang energi nuklir sipil dan pembelian jet tempur siluman F-35. MBS juga menegaskan bahwa status negara Palestina menjadi kunci bagi terjalinnya hubungan antara Saudi dan Israel.

