Internationalmedia.co.id – Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang digadang-gadang sebagai penantang utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, kini menghadapi ancaman hukuman penjara lebih dari 2.000 tahun. Jaksa telah menjeratnya dengan 142 dakwaan pidana yang berpotensi mengakhiri karir politiknya.
Imamoglu, yang dianggap sebagai satu-satunya politisi yang mampu menumbangkan dominasi Erdogan, telah menjadi target sejak penangkapannya pada bulan Maret lalu, yang memicu gelombang protes di seluruh Turki. Dakwaan setebal 4.000 halaman itu mencakup berbagai pelanggaran, mulai dari menjalankan organisasi kriminal hingga pencucian uang dan manipulasi tender.

Kantor berita Anadolu Agency melaporkan bahwa total ancaman hukuman untuk semua dakwaan tersebut mencapai 2.430 tahun. Ketua oposisi utama Turki, CHP, Ozgur Ozel, mengecam dakwaan ini sebagai "campur tangan yudisial" yang bertujuan untuk menghalangi Imamoglu mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun 2028.
"Kasus ini tidak legal, ini sepenuhnya politis. Tujuannya adalah untuk menghentikan CHP, yang berada di posisi pertama dalam pemilu (lokal) terakhir, dan untuk menghalangi kandidat presidennya," tegas Ozel melalui media sosial X.
Imamoglu, yang memimpin kota terbesar dan terkaya di Turki, menghadapi serangkaian tuduhan serius, termasuk spionase dan pemalsuan gelar universitas. Jika terbukti bersalah, ia bisa dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2028.
Dakwaan tersebut menyebutkan 402 tersangka dan menuduh Imamoglu memimpin jaringan kejahatan luas yang memanfaatkan pengaruhnya "bagaikan gurita". Ozel mempertanyakan keabsahan tuduhan yang begitu luas, dengan mengatakan, "Bisakah seseorang menjadi pelaku kecurangan pemilu, memegang surat ketetapan palsu, sekaligus seorang pencuri, seorang teroris, dan seorang mata-mata pada saat yang bersamaan?"
Kasus ini semakin memanaskan tensi politik di Turki dan menimbulkan pertanyaan tentang independensi sistem peradilan di bawah pemerintahan Erdogan. Apakah ini akhir dari karir politik Imamoglu, atau justru menjadi pemicu perlawanan yang lebih besar? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

