Internationalmedia.co.id – Dunia internasional dikejutkan dengan serangkaian berita panas yang meliputi tuduhan rencana pembunuhan hingga perintah penangkapan terhadap seorang perdana menteri. Amerika Serikat (AS) menuding Iran merencanakan pembunuhan Duta Besar Israel di Meksiko, sementara pengadilan Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan genosida terkait konflik di Gaza.
Berikut rangkuman berita internasional terpopuler hari ini:

AS Klaim Gagalkan Rencana Iran Habisi Dubes Israel di Meksiko
Washington menuduh Iran telah menyusun rencana untuk membunuh Duta Besar Israel di Meksiko sejak akhir tahun lalu. Seorang pejabat AS anonim mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah digagalkan dan tidak lagi menimbulkan ancaman. Pasukan Quds, bagian dari Garda Revolusi Iran, dituding sebagai dalang di balik rencana ini.
Turki Perintahkan Penangkapan Netanyahu Atas Tuduhan Genosida
Pengadilan Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat senior Israel lainnya atas tuduhan genosida dan kejahatan kemanusiaan terkait perang di Gaza. Kantor Kejaksaan Istanbul mengumumkan bahwa perintah penangkapan ini dikeluarkan setelah adanya penyelidikan mendalam.
Iran Bantah Keras Tuduhan Pembunuhan Dubes Israel
Pemerintah Iran dengan tegas membantah tuduhan AS terkait rencana pembunuhan Duta Besar Israel di Meksiko. Kedutaan Besar Iran di Meksiko menyebut tuduhan tersebut sebagai "kebohongan besar" dan upaya untuk merusak hubungan baik antara Iran dan Meksiko.
Israel Murka, Sebut Erdogan ‘Tiran’ Usai Perintah Penangkapan Netanyahu
Israel bereaksi keras terhadap langkah Turki yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai "tiran" dan menolak tuduhan genosida tersebut.
Kremlin Bantah Rumor Perselisihan Putin dan Menlu Lavrov
Kremlin membantah rumor yang menyebutkan Presiden Rusia Vladimir Putin berselisih dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov setelah rencana pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump dibatalkan. Rumor tersebut menyebutkan Lavrov kehilangan dukungan Putin akibat kegagalan pertemuan tersebut.

