Internationalmedia.co.id – Dunia politik Amerika Serikat dikejutkan dengan terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York City. Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru, menjadikan Mamdani sebagai Wali Kota Muslim pertama di kota tersebut, sebuah pencapaian yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Mamdani berhasil mengungguli kandidat lain dalam pemilu yang digelar pada Selasa (4/11). Data dari Associated Press menunjukkan Mamdani, yang maju dari Partai Demokrat, meraih 50,4% suara, jauh di atas mantan Gubernur New York Andrew Cuomo (41,6%) dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa (7,1%).

Dalam pidato kemenangannya, Mamdani mendeklarasikan "era baru" perubahan politik. Ia mendedikasikan kemenangan ini untuk kelas pekerja dan berjanji menjadikan New York sebagai kota yang inklusif dan menghargai keberagaman. "Mulai sekarang, semoga satu-satunya penyesalan kita adalah hari ini datangnya begitu lama," ujarnya penuh semangat.
Namun, kemenangan Mamdani juga menuai kontroversi. Donald Trump, mantan Presiden AS, melontarkan serangan pedas terhadap Mamdani, menuduhnya sebagai "pembenci Yahudi". Bahkan, Trump mengancam akan membatasi dana federal untuk New York jika Mamdani terpilih.
Menanggapi serangan tersebut, Mamdani dengan berani menyebut nama Trump dalam pidato kemenangannya. Ia menegaskan bahwa kemenangannya adalah bukti cara mengalahkan Trump. "Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya," tegasnya.
Tak hanya Trump, Menteri Diaspora Israel juga mengecam Mamdani, menyebutnya sebagai "pendukung Hamas". Ia bahkan menyerukan warga Yahudi New York untuk mempertimbangkan pindah ke Israel. Kecaman ini mencerminkan polarisasi yang terjadi akibat pandangan Mamdani yang mendukung perjuangan Palestina dan mengkritik kebijakan Israel.
Kemenangan Zohran Mamdani bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan di New York. Ini adalah simbol perubahan, harapan, dan juga tantangan. Akankah Mamdani mampu membuktikan diri sebagai pemimpin yang mampu merangkul semua kalangan dan membawa New York menuju era baru yang lebih baik? Waktu yang akan menjawab.
