Internationalmedia.co.id, Ukraina terpaksa memberlakukan pemadaman listrik nasional secara bergilir selama dua hari berturut-turut akibat serangan intensif Rusia yang menargetkan infrastruktur energi vital negara tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kerusakan parah yang disebabkan oleh serangan Rusia, diperparah dengan penurunan suhu yang semakin meningkatkan kebutuhan energi.
Serangan Rusia, yang juga menyasar fasilitas gas di Ukraina timur, telah menyebabkan gangguan besar pada jaringan listrik. Operator jaringan nasional Ukrenergo menyatakan bahwa pemadaman darurat diberlakukan di seluruh wilayah Ukraina untuk menstabilkan sistem energi yang tertekan.

Di Kharkiv, wilayah timur laut yang terdampak parah, aktivitas bisnis terpaksa bergantung pada generator. Kasir di toko-toko yang gelap gulita melayani pelanggan dengan bantuan daya dari generator. "Karena situasi yang menantang dalam sistem energi, pemadaman listrik darurat telah diberlakukan di seluruh wilayah Ukraina," ungkap Ukrenergo dalam pernyataannya.
Pemadaman listrik bergilir ini bertujuan untuk mendistribusikan pasokan listrik yang terbatas secara merata di seluruh negeri. Pemerintah Ukraina mendesak masyarakat untuk membatasi penggunaan listrik guna meringankan beban pada jaringan.
Militer Rusia mengklaim telah melancarkan serangan "besar-besaran" menggunakan rudal balistik dan drone terhadap lokasi-lokasi gas Ukraina. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan ratusan drone dan puluhan rudal, meskipun sebagian besar berhasil ditembak jatuh.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan Rusia yang terus-menerus terhadap infrastruktur energi Ukraina. "Musim gugur ini, Rusia menggunakan setiap hari untuk menyerang infrastruktur energi kami," tegas Zelenskyy.
Serangan Rusia telah menghentikan sebagian besar produksi gas Ukraina dan memutus aliran listrik bagi ratusan ribu orang. Kyiv kembali meminta bantuan dari sekutunya untuk memperkuat sistem pertahanan udara guna melindungi infrastruktur penting dari serangan lebih lanjut.
