Internationalmedia.co.id – Armada kemanusiaan yang terdiri dari puluhan kapal, Global Sumud Flotilla, tetap melanjutkan perjalanan menuju Jalur Gaza meskipun menghadapi apa yang mereka klaim sebagai "taktik intimidasi" dari militer Israel. Armada yang membawa aktivis, politisi, termasuk Greta Thunberg dan cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, ini bertujuan menembus blokade Gaza yang telah berlangsung lama.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa pada dini hari, pasukan angkatan laut Israel melakukan operasi intimidasi terhadap armada tersebut saat mendekati lepas pantai Mesir. Insiden ini terjadi setelah armada berlayar dari Spanyol dan sempat singgah di Tunisia.

Menurut pernyataan Global Sumud Flotilla, salah satu kapal utama, Alma, sempat dikelilingi secara agresif oleh kapal perang Israel. Tak lama kemudian, kapal lain bernama Sirius juga mengalami manuver serupa. Marie Mesmeur, seorang anggota parlemen Prancis yang berada di atas Sirius, mengatakan bahwa ia melihat setidaknya dua kapal tak dikenal yang berlayar sangat dekat, serta sebuah kapal patroli militer dengan lampu sorot besar. Ia juga menambahkan bahwa komunikasi radar dan internet di kapal terputus selama insiden tersebut.
Melalui media sosial X, Global Sumud Flotilla menyatakan tetap waspada saat memasuki area di mana armada sebelumnya dicegat atau diserang. Israel sebelumnya telah memblokir upaya aktivis untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut pada Juni dan Juli lalu.
Pada Rabu (1/10), Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa mereka berada di Laut Mediterania, di utara pantai Mesir, dan mendekati batas 120 mil laut dari wilayah Palestina. Penyelenggara menegaskan bahwa mereka terus berlayar tanpa gentar menghadapi ancaman dan taktik intimidasi Israel. Armada ini juga membawa anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan, dan mantan Wali Kota Barcelona, Ada Colau.
