Internationalmedia.co.id – Ketegangan di sekitar Jalur Gaza kembali memanas. Turki dilaporkan telah mengirimkan tiga pesawat tanpa awak (drone) untuk memantau armada internasional yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Langkah ini menyusul Italia dan Spanyol yang telah lebih dulu mengerahkan kapal angkatan laut mereka, serta Yunani yang memantau pergerakan armada.
Pengiriman drone oleh Turki ini semakin menambah kompleksitas situasi, terutama setelah adanya insiden serangan drone misterius yang merusak beberapa kapal armada bantuan beberapa waktu lalu. Armada Global Sumud Flotilla, yang membawa aktivis, pengacara, anggota parlemen, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, terus berlayar menuju Gaza meskipun ada peringatan dari Israel.

Menurut pantauan internationalmedia.co.id dari situs web penerbangan, ketiga drone Turki tersebut lepas landas dari pangkalan udara Corlu dan telah mengitari armada selama tiga hari terakhir. Misi mereka adalah mengawal kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk menembus blokade Israel di sekitar Jalur Gaza.
Hingga saat ini, pemerintah Turki belum memberikan konfirmasi resmi terkait pengiriman drone tersebut. Namun, langkah ini jelas menunjukkan dukungan Ankara terhadap upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, meskipun berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Israel. Armada bantuan diperkirakan akan mencapai Gaza dalam beberapa hari mendatang, dan situasi di lapangan terus dipantau secara ketat oleh berbagai pihak.
