Hubungan diplomatik Ukraina dan Suriah yang sempat terputus pada 2022, kini resmi dipulihkan. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui media sosial X, setelah pertemuannya dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di New York, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id mengutip Al Arabiya. Zelensky menyatakan bahwa kedua negara telah menandatangani komunike bersama yang menandai pemulihan hubungan tersebut. Ia menambahkan bahwa pemulihan hubungan ini merupakan langkah penting dan Ukraina siap mendukung Suriah dalam upaya membangun stabilitas negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas potensi kerja sama di berbagai sektor, serta ancaman keamanan yang dihadapi masing-masing negara dan pentingnya upaya bersama untuk mengatasinya. Zelensky menekankan bahwa hubungan kedua negara akan dibangun berdasarkan saling menghormati dan kepercayaan.

Perlu diingat, putusnya hubungan diplomatik antara Ukraina dan Suriah bermula dari pengakuan Suriah atas kemerdekaan Republik Donetsk dan Lugansk, dua wilayah di Ukraina timur yang didukung Rusia. Langkah Suriah ini membuat Zelensky memutuskan hubungan pada Juni 2022, sebuah keputusan yang kemudian dibalas Suriah dengan pemutusan hubungan pada Juli 2022. Kini, setelah lebih dari satu tahun, kedua negara memilih untuk membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral mereka. Perkembangan ini tentu menarik perhatian dunia internasional dan menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika politik regional yang lebih luas.