Temuan mengejutkan mengguncang Malaysia. Internationalmedia.co.id melaporkan penemuan bangkai harimau Malaya yang dilindungi di bagasi mobil di Felda Tenggaroh, Johor, memicu amarah publik. Kejadian ini terungkap saat otoritas satwa liar menggeledah sebuah mobil pada Selasa (16/9) lalu, sekitar 380 kilometer tenggara Kuala Lumpur. Tiga pria berusia 28 hingga 49 tahun langsung diamankan karena tak bisa menunjukkan izin kepemilikan bangkai satwa dilindungi tersebut.
Informasi dari media lokal menyebutkan harimau malang itu, yang jenis kelaminnya belum diketahui, tewas setelah dijerat dan ditembak enam kali di kepala. Kematian tragis ini semakin menyulut kemarahan mengingat harimau Malaya kini hanya tersisa kurang dari 150 ekor di alam liar, menjadikannya simbol nasional yang sangat dihormati.

WWF Malaysia mengecam keras tindakan keji ini. Mereka mendesak hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku, agar menjadi peringatan keras bagi pemburu liar lainnya. "Kehilangan spesies ini adalah kehilangan sebagian jati diri kita," tegas pernyataan WWF Malaysia. Sentimen serupa diungkapkan Lembaga Perlindungan Harimau Malaysia dan Asosiasi China Malaysia (MCA), yang menyebut kasus ini telah memicu kemarahan nasional.
Pembunuhan harimau Malaya merupakan pelanggaran serius. Pelaku terancam hukuman denda hingga 1 juta Ringgit (Rp 3,9 miliar) dan penjara 15 tahun. Populasi harimau Malaya yang terus merosot akibat perburuan dan hilangnya habitat semakin memprihatinkan. Pada tahun 1950-an, jumlahnya mencapai 3.000 ekor. Kini, keberadaannya di ambang kepunahan. Kasus ini menjadi pengingat penting betapa krusialnya upaya konservasi dan penegakan hukum untuk melindungi satwa langka.
