Internationalmedia.co.id melaporkan penangkapan Tyler Robinson (22), pelaku penembakan influencer pro-Trump, Charlie Kirk. Bukannya ditangkap, Robinson menyerahkan diri setelah ayahnya mencurigai dirinya sebagai pelaku. Kejadian ini bermula dari kecurigaan sang ayah terhadap foto terduga penembak yang beredar di media.
"Tyler, apakah ini kamu? Ini mirip kamu," tanya sang ayah kepada putranya, seperti dikutip dari keterangan pejabat penegak hukum yang dilansir CNN. Foto dan video yang dirilis polisi menunjukkan seorang pria berkaus hitam bergambar elang dan bendera Amerika melompat dari atap gedung universitas di Utah pasca penembakan. Meski sebagian wajahnya tertutup, sang ayah tetap mengenali putranya.

Awalnya, Robinson menolak menyerah, bahkan mengancam akan bunuh diri. Namun, bujukan sang ayah dan bantuan seorang pendeta muda serta teman keluarga akhirnya membujuknya untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Informasi ini kemudian diteruskan ke Kantor Sheriff Wilayah Washington dan FBI.
Penangkapan Robinson pada Kamis malam (11/9) menjadi titik kulminasi dari penyelidikan yang melibatkan lebih dari 7.000 petunjuk, jumlah terbanyak yang diterima FBI sejak pengeboman Boston Marathon 2013. Namun, informasi dari ayah Robinson menjadi kunci penangkapan. Butuh lebih dari 30 jam bagi pihak berwenang untuk melacak Robinson yang diduga menembak Kirk dari jarak sekitar 137 meter.
Berbagai petunjuk mengarah pada Robinson, mulai dari pakaiannya, percakapan makan malam dengan kerabat, hingga komentarnya di platform perpesanan. Rekaman CCTV menunjukkan Robinson tiba di UVU empat jam sebelum acara dimulai, mengenakan pakaian berbeda dari yang terlihat dalam video penembakan. Ia diduga berganti pakaian di atap sebelum melompat dan meninggalkan jejak. Pakaian yang dikenakannya saat ditangkap pun mirip dengan yang terlihat di CCTV.
Robinson, mahasiswa tahun ketiga program kelistrikan, diketahui memiliki mobil Dodge Challenger abu-abu dan dalam beberapa tahun terakhir menjadi lebih politis. Meskipun tidak berafiliasi dengan partai politik manapun dan tidak memilih dalam dua pemilihan terakhir, kerabatnya menyebutkan ia tak setuju dengan pandangan Kirk. Ayah dan ibunya diketahui sebagai pendukung Partai Republik.
Pesan-pesan di Discord milik Robinson yang berisi instruksi tentang senapan, peluru bertuliskan "Hei, fasis! TANGKAP!" dan "Kalau baca ini, kamu GAY. Lmao", semakin memperkuat bukti keterlibatannya. Saat ini, Robinson ditahan tanpa jaminan dan akan menghadapi dakwaan resmi serta sidang pertamanya pada Selasa mendatang. Gubernur Utah, Spencer Cox, menyatakan penegak hukum akan menuntut hukuman mati.

