Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian peristiwa internasional yang menghebohkan dunia. Mulai dari pembunuhan seorang staf KBRI di Peru hingga ancaman penggunaan kekuatan militer oleh AS dan pamer kekuatan nuklir China.
Tragedi menimpa Zetro Leonardo Purba, seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru. Pria berusia 40 tahun yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda itu tewas ditembak tiga kali pada Senin (1/9) malam saat tiba di kediamannya setelah bersepeda bersama istri. Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, menyatakan Zetro menjadi korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pembunuh bayaran. Penyelidikan terkait kasus ini masih terus berlanjut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kontroversial untuk mengerahkan pasukan militer ke Chicago, yang disebutnya sebagai "lubang neraka" karena tingginya angka kejahatan. Trump belum merinci waktu pengerahan pasukan tersebut, namun langkah ini memicu kontroversi mengingat Chicago merupakan basis kuat Partai Demokrat.
Ketegangan internasional semakin meningkat setelah AS mengumumkan telah menembaki sebuah kapal pengangkut narkoba asal Venezuela, menewaskan 11 orang yang disebut Trump sebagai "narkoteroris". Trump tidak merinci jenis narkoba yang diangkut kapal tersebut.
China juga turut menyita perhatian dunia dengan memamerkan rudal nuklir antarbenua terbarunya, Dongfeng-5C (DF-5C), dalam parade militer di Beijing. Rudal ini diklaim mampu menjangkau seluruh dunia, termasuk AS dan Eropa. Parade militer tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa serangan Israel di Gaza dan upaya aneksasi wilayah Palestina tidak akan menghentikan upaya pengakuan negara Palestina. Prancis dan beberapa negara lain berencana mengakui negara Palestina dalam Sidang Umum PBB mendatang.

