Internationalmedia.co.id memberitakan lima berita internasional paling populer hari ini. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendominasi pemberitaan. Beberapa jam sebelum menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Trump menyatakan Zelensky bisa mengakhiri perang dengan Rusia "jika ia mau". Namun, Trump menegaskan syarat damai: Ukraina tak akan bergabung dengan NATO dan Crimea tak akan dikembalikan. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan puncaknya dengan Vladimir Putin di Alaska, yang berujung pada pencabutan tuntutan gencatan senjata dan seruan kesepakatan damai permanen.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengecam agresivitas China yang terus meningkat, khususnya ancaman perubahan sepihak terhadap perbatasan di kawasan Asia-Pasifik. Wadephul memperingatkan dampak serius bagi keamanan dan ekonomi global jika eskalasi di kawasan perdagangan internasional yang sensitif ini terus berlanjut.

Sementara itu, demonstrasi besar-besaran di Israel menuntut diakhiri perang Gaza mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu menilai aksi tersebut justru menguntungkan Hamas dan menghambat pembebasan sandera. Netanyahu bahkan menuding para demonstran memperbesar kemungkinan terulangnya tragedi serangan Hamas tahun 2023.
Amnesty International turut menyoroti situasi di Gaza dengan tuduhan serius terhadap Israel. Organisasi HAM tersebut menuduh Israel menerapkan kebijakan sengaja untuk membuat warga Palestina kelaparan. Tuduhan ini disampaikan di tengah peringatan PBB dan lembaga bantuan internasional tentang ancaman kelaparan di Gaza. Israel sendiri membantah tuduhan tersebut.
Menutup rangkaian berita internasional hari ini, puluhan ribu warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv, menyerukan penghentian perang Gaza dan mendesak pemerintah untuk segera membebaskan sandera yang ditahan Hamas selama hampir 700 hari. Aksi ini merupakan salah satu demonstrasi terbesar sejak perang dimulai 22 bulan lalu.

