Internationalmedia.co.id memberitakan rencana pertemuan virtual Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya. Pertemuan yang digelar dua hari sebelum Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada Anadolu, dengan syarat anonimitas. Informasi ini muncul sehari setelah Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengumumkan undangan tersebut.
Stefan Kornelius, juru bicara pemerintah Jerman, menjelaskan bahwa pertemuan virtual tersebut bertujuan menekan Rusia dan membahas jaminan keamanan. "Fokusnya adalah opsi untuk menekan Rusia, persiapan negosiasi perdamaian, klaim teritorial, dan jaminan keamanan," ujar Kornelius, seperti dikutip Anadolu pada Rabu (13/8/2025).

Pertemuan yang akan melibatkan kepala negara dan pemerintahan Jerman, Finlandia, Prancis, Italia, Polandia, Inggris, dan Ukraina ini juga akan dihadiri Presiden Komisi Eropa, kepala Dewan Eropa, sekretaris jenderal NATO, dan wakil presiden AS.
Sementara itu, Gedung Putih menyebut pertemuan Trump-Putin sebagai "latihan mendengarkan" bagi Trump. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan pertemuan puncak di Anchorage, Alaska, pada Jumat mendatang, dilakukan atas permintaan Putin. Trump, kata Leavitt, akan menetapkan tujuan untuk "memahami bagaimana mengakhiri perang ini," mengingat hanya satu pihak yang terlibat perang akan hadir. Ketidakhadiran Zelensky pun dikonfirmasi.
Pertemuan ini akan menjadi yang pertama antara presiden AS dan Rusia sejak Juni 2021, saat Putin bertemu Joe Biden di Jenewa. Ini juga menandai kunjungan pertama presiden Rusia ke Alaska sejak penjualan wilayah tersebut oleh Kekaisaran Rusia ke AS pada 1867.

