Suara pilu seorang gadis remaja menggema dari rekaman audio yang kini viral. Internationalmedia.co.id melaporkan, rekaman berdurasi 44 detik itu diduga menjadi kunci mengungkap misteri kematian Zara Qairina Mahathir, siswi 13 tahun yang ditemukan tak bernyawa di asrama sekolahnya di Sabah, Malaysia. Rekaman tersebut, yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan percakapan antara Zara dan ibunya beberapa hari sebelum kematiannya pada Juli lalu.
Dalam rekaman tersebut, terdengar jelas ketakutan Zara terhadap seorang siswi senior yang disebutnya "Kak M". Zara mengungkapkan ancaman dan permusuhan yang diterimanya dari "Kak M", "Ibu, aku takut bertemu Kak M… dia masih (punya masalah). Hari itu, aku minta seseorang untuk bertanya ke kakaknya — apakah Kak M masih punya masalah denganku. Lalu Kak M bilang, ‘Iya, aku masih belum memaafkan Zara’, Bu," ucap Zara dengan suara gemetar. Ancaman fisik pun dilontarkan "Kak M", "Kalau aku menyentuh kamu, kamu akan berdarah-darah…" kata-kata Zara yang penuh kecemasan itu semakin menguatkan dugaan adanya intimidasi.

Kematian Zara yang semula dinyatakan akibat jatuh dari lantai tiga gedung asrama, kini diliputi tanda tanya besar. Ketiadaan otopsi jenazah semakin menambah kecurigaan publik. Pihak keluarga, melalui pengacara mereka, telah menyerahkan rekaman audio tersebut kepada pihak kepolisian sebagai bukti tambahan. Laporan polisi tambahan juga menyebutkan Zara sebelumnya pernah melaporkan adanya pelecehan dari beberapa siswa senior, termasuk ancaman dari "Kak M". Polisi Malaysia saat ini tengah menyelidiki kasus ini, termasuk dugaan bullying yang menjadi sorotan utama. Misteri kematian Zara dan peran "Kak M" masih menjadi teka-teki yang perlu diungkap tuntas.

