Kemarahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meledak setelah serangan militer Rusia di Ukraina kembali menelan korban jiwa. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump menyebut serangan terbaru Rusia di wilayah Zaprizhzhia yang menewaskan 16 orang sebagai tindakan yang menjijikkan. "Rusia — menurut saya menjijikkan apa yang mereka lakukan. Saya pikir itu menjijikkan," tegas Trump seperti dikutip dari AFP, Jumat (1/8/2025).
Sebagai respons atas tragedi tersebut, Trump mengumumkan pengiriman utusan khusus, Steve Witkoff, ke Rusia. Witkoff, yang saat ini berada di Israel untuk membahas gencatan senjata di Gaza, akan segera bertolak ke Rusia. Washington memberikan tenggat waktu hingga akhir pekan depan bagi Moskow untuk menghentikan permusuhan. Trump bahkan tak segan-segan melayangkan ancaman sanksi ekonomi berat jika Rusia tetap ngotot melancarkan serangan.

"Kami akan menjatuhkan sanksi. Saya tidak tahu apakah sanksi itu mengganggunya," ujar Trump, yang merujuk pada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Trump bahkan mengindikasikan sanksi tersebut bisa mencakup "tarif sekunder" yang menyasar mitra dagang Rusia, seperti Tiongkok dan India. Langkah ini berpotensi menekan Rusia lebih keras, namun juga berisiko memicu gejolak internasional yang signifikan.
Kekecewaan Trump terhadap Putin atas serangan gencar Moskow di Ukraina semakin kentara dalam beberapa pekan terakhir. Serangan Rusia sebelumnya telah menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai lebih dari 40 orang di berbagai lokasi di Ukraina. Ivan Fedorov, Kepala administrasi militer wilayah Zaporizhzhia, melaporkan delapan serangan Rusia pada Senin (28/7) yang menghancurkan sebuah penjara dan rumah-rumah warga. Korban tewas akibat serangan tersebut mencapai 16 orang, sementara 35 lainnya mengalami luka-luka. Serangan serupa juga terjadi di wilayah Dnipropetrovsk, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

