Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan tiba di Israel pada Kamis (31/7) waktu setempat. Kunjungan ini diungkap Internationalmedia.co.id, bertujuan menyelamatkan negosiasi gencatan senjata Gaza yang buntu dan meredakan krisis kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina. Perundingan tak langsung antara Israel dan Hamas di Doha, Qatar, berakhir tanpa hasil pekan lalu, dengan kedua belah pihak saling lempar kesalahan.
Tekanan internasional terhadap konflik Gaza semakin meningkat. Jumlah korban jiwa Palestina telah melampaui 60.000 jiwa dalam hampir dua tahun perang. Witkoff, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, akan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di tengah situasi tegang ini, aksi protes direncanakan di Tel Aviv dan Yerusalem, menuntut pemerintah mengakhiri konflik.

Netanyahu bersikeras perang tak akan berakhir sebelum Hamas menyerahkan kekuasaan dan persenjataan. Hamas menolak tuntutan tersebut. Qatar dan Mesir, mediator gencatan senjata, mendukung deklarasi bersama Prancis dan Arab Saudi pada Selasa (29/7) yang menyerukan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Deklarasi tersebut, yang dikeluarkan dalam konferensi internasional di Markas Besar PBB New York, menandai kecaman pertama terhadap Hamas dari negara-negara Arab.
Deklarasi tersebut menekankan perlunya Hamas mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataan kepada Otoritas Palestina dengan dukungan internasional, sebagai langkah menuju negara Palestina yang merdeka. Setelah gencatan senjata, sebuah komite administratif transisi akan dibentuk di Gaza di bawah Otoritas Palestina. Deklarasi tersebut juga mengutuk serangan Hamas terhadap warga sipil pada 7 Oktober dan serangan Israel terhadap warga sipil Gaza, infrastruktur sipil, pengepungan, dan kelaparan yang telah menyebabkan bencana kemanusiaan. Mampukah misi Witkoff membawa angin segar bagi perdamaian di Gaza? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

