Internationalmedia.co.id melaporkan peristiwa mengerikan di Gaza. Insiden penembakan terhadap warga sipil Palestina yang tengah mengantre bantuan kemanusiaan telah menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 300 lainnya. Peristiwa ini terjadi di bagian utara Gaza, menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza yang dikutip internationalmedia.co.id dari kantor berita AFP, Kamis (31/7/2025).
Peristiwa memilukan ini terjadi ketika warga Palestina yang kelaparan dan kekurangan gizi tengah mengantre untuk mendapatkan bantuan. Mahmud Bassal, juru bicara pertahanan sipil Gaza, menyebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh pasukan Israel. Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Mohammed Abu Salmiya, mengkonfirmasi telah menerima 35 jenazah akibat insiden tersebut. Lokasi penembakan dilaporkan sekitar tiga kilometer sebelah barat daya penyeberangan Zikim, titik masuk truk-truk bantuan ke Gaza.

Pihak militer Israel memberikan pernyataan yang berbeda. Mereka mengklaim tidak mengetahui adanya korban jiwa dan menyatakan bahwa tembakan yang dilepaskan merupakan tembakan peringatan yang ditujukan untuk menanggapi ancaman terhadap pasukan mereka. Pernyataan tersebut menyebutkan puluhan warga Gaza berkumpul di sekitar truk-truk bantuan dan berada dekat dengan pasukan IDF yang berjaga di daerah tersebut. Investigasi lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap detail insiden ini.
Ironisnya, peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah 14 warga Palestina lainnya tewas dalam empat insiden terpisah, tiga di antaranya dekat lokasi distribusi bantuan. Dalam dua insiden tersebut, militer Israel juga mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan. PBB melalui OCHA menyatakan bahwa jeda serangan Israel tidak cukup untuk mengatasi krisis kelaparan yang semakin parah di Gaza. Empat hari setelah "jeda taktis", warga Gaza masih berjuang melawan kelaparan dan kekurangan gizi. Peristiwa ini semakin memperparah penderitaan warga Palestina di tengah konflik yang berkepanjangan.

