Internationalmedia.co.id melaporkan, hujan deras yang melanda China utara mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor yang mengerikan. Sedikitnya empat orang tewas dan delapan lainnya dinyatakan hilang, menurut laporan terbaru. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini yang melanda daerah sekitar ibu kota, Beijing, dan sekitarnya.
Otoritas Beijing mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi kedua untuk badai hujan dan peringatan tingkat tertinggi untuk banjir. Hujan deras diperkirakan masih akan berlangsung hingga Selasa pagi. Di Provinsi Hebei, tanah longsor di dekat Chengde menelan korban jiwa. CCTV melaporkan empat orang tewas dan delapan lainnya hilang akibat bencana ini. Tim dari departemen manajemen darurat nasional telah dikirim untuk meninjau situasi banjir yang disebut "parah" di provinsi tersebut. Dua korban jiwa lainnya dilaporkan meninggal di provinsi ini pada akhir pekan.

Lebih dari 4.600 orang dievakuasi di distrik Fuping selama akhir pekan. Di Provinsi Shanxi, kecelakaan bus terjadi, mengakibatkan satu orang selamat dan 13 lainnya hilang. Rekaman video yang beredar memperlihatkan jalanan dan ladang terendam banjir. Di Beijing, lebih dari 4.000 warga di distrik pinggiran kota Miyun dievakuasi. Sebuah bendungan di daerah tersebut mengalami aliran banjir terbesar dalam lebih dari enam dekade.
Wartawan internationalmedia.co.id menyaksikan langsung pelepasan air yang deras dari bendungan di kota Mujiayu. Kabel listrik tersapu banjir berlumpur, sementara kendaraan militer dan ambulans berjuang menembus jalanan yang tergenang. Sungai meluap, menghancurkan pepohonan dan menggenangi ladang. Kerusakan infrastruktur terlihat jelas, dengan jalanan rusak parah. Rumah-rumah warga di daerah pegunungan, meskipun sebagian besar masih utuh, terkepung banjir. Bencana alam seperti ini sering terjadi di China, terutama selama musim panas.

