Laporan dari Internationalmedia.co.id menyebutkan bentrokan mematikan antara pasukan keamanan Irak dan kelompok bersenjata telah menewaskan tiga orang, termasuk seorang polisi. Insiden yang terjadi di Kementerian Pertanian Irak ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai identitas kelompok bersenjata tersebut.
Kekerasan bermula saat sekelompok orang bersenjata menyerbu Kementerian Pertanian. Respon cepat polisi dibalas dengan tembakan, mengakibatkan beberapa personel keamanan terluka. Selain polisi, seorang warga sipil juga menjadi korban jiwa dalam insiden ini.

Sumber keamanan Irak yang dikutip internationalmedia.co.id menyebut 14 tersangka telah ditahan. Pihak Komando Operasi Gabungan Irak mengidentifikasi mereka sebagai anggota Hashed al-Shaabi, jaringan bekas unit paramiliter yang telah terintegrasi ke dalam pasukan keamanan reguler. Namun, informasi lain menyebutkan keterlibatan Kataeb Hezbollah, kelompok pro-Iran yang kuat dan kerap bertindak independen dari Hashed al-Shaabi. Seorang anggota Kataeb Hezbollah mengklaim satu pejuang mereka tewas dan enam lainnya terluka, seraya menekankan niat kelompoknya untuk tidak meningkatkan eskalasi.
Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Kementerian Dalam Negeri Irak menegaskan sikap tegasnya, tidak akan menoleransi upaya pemaksaan kehendak melalui kekerasan dan ancaman terhadap lembaga negara. Bentrokan bersenjata, meskipun bukan hal yang baru di Irak yang masih bergulat dengan dampak perang dan kekacauan, tetap menjadi perhatian serius mengingat banyaknya kelompok bersenjata yang beroperasi di negara tersebut. Misteri dibalik identitas sebenarnya kelompok bersenjata yang terlibat masih menjadi fokus utama penyelidikan.

