Internationalmedia.co.id melaporkan, konflik mematikan di perbatasan Thailand-Kamboja terus meningkat. Jumlah korban jiwa yang semula dilaporkan mencapai 20 orang kini melonjak drastis. Data terbaru yang dihimpun internationalmedia.co.id menunjukkan angka korban tewas telah mencapai lebih dari 30 jiwa, sebuah angka yang mengagetkan dan mengkhawatirkan.
Bentrokan yang dimulai Kamis lalu dan berlanjut hingga Sabtu, melibatkan berbagai jenis persenjataan berat, mulai dari jet tempur, artileri, tank, hingga pasukan darat. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan pertempuran sengit terjadi di beberapa titik, termasuk di area Ban Chamrak, distrik Muang, Thailand, dan di sekitar Samraong, Kamboja. Suara dentuman artileri bahkan masih terdengar hingga Sabtu siang waktu setempat.

Militer Thailand melaporkan sedikitnya 20 korban tewas di pihak mereka, terdiri dari 14 warga sipil dan 6 tentara. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja melaporkan angka korban tewas di pihak mereka mencapai 13 orang, terdiri dari 8 warga sipil dan 5 tentara. Lebih dari 70 orang lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban gabungan dari kedua negara telah melampaui angka 30 jiwa, jauh lebih tinggi dari pertempuran besar terakhir pada 2008 dan 2011 yang menewaskan 28 orang.
Konflik ini telah memaksa lebih dari 138.000 warga Thailand mengungsi dari wilayah perbatasan, sementara lebih dari 35.000 warga Kamboja juga harus meninggalkan rumah mereka. Di tengah situasi mencekam ini, Duta Besar Kamboja untuk PBB menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat. Pihak Thailand, meskipun belum memberikan tanggapan resmi, menyatakan terbuka untuk berdialog dengan Kamboja, kemungkinan dengan bantuan Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini. Situasi di perbatasan Thailand-Kamboja masih sangat rawan dan membutuhkan penyelesaian segera untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi.

