Bencana tambang kembali terjadi di Afghanistan. Internationalmedia.co.id melaporkan, enam penambang tewas dan 18 lainnya luka-luka akibat runtuhnya sebuah tambang batu bara di wilayah Baghlan, Afghanistan utara, Rabu (23/7/2025). Informasi ini didapat dari laporan AFP. Insiden memilukan ini menambah daftar panjang kecelakaan tambang di negara tersebut, yang selama ini dikenal minim pengawasan keselamatan.
Kepala kantor Informasi dan Kebudayaan Provinsi Baghlan, Syed Mustafa Hashimi, menyatakan bahwa sebagian tambang tiba-tiba runtuh, menelan korban jiwa. Hingga saat ini, belum ada detail lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka para korban yang tengah dirawat di rumah sakit.

Afghanistan kaya akan sumber daya alam, tak hanya batu bara, tetapi juga marmer, mineral, emas, litium, dan batu mulia. Namun, lemahnya pengawasan di sektor pertambangan mengakibatkan kecelakaan fatal kerap terjadi. Para penambang seringkali bekerja tanpa alat dan perlengkapan keselamatan yang memadai, menempatkan nyawa mereka pada risiko tinggi.
Insiden serupa pernah terjadi pada Februari 2022 di wilayah yang sama, menewaskan sedikitnya sepuluh penambang. Pada Desember 2024, 22 penambang terjebak di tambang batu bara yang runtuh di provinsi Samangan, namun beruntung berhasil diselamatkan. Tragedi terbaru ini kembali menyoroti urgensi peningkatan standar keselamatan dan pengawasan di industri pertambangan Afghanistan.