Angka korban hilang akibat banjir bandang yang menerjang Texas, Amerika Serikat, pekan lalu terus meningkat. Internationalmedia.co.id melaporkan, Gubernur Texas, Greg Abbott, menyatakan bahwa hingga saat ini, 161 orang dilaporkan hilang, termasuk 27 anak perempuan yang mengikuti perkemahan musim panas di tepi sungai yang meluap. Angka ini didasarkan pada laporan dari keluarga, teman, dan tetangga para korban. Abbott menambahkan bahwa kemungkinan jumlah korban hilang akan terus bertambah.
Kerr County, yang terletak di wilayah yang dikenal sebagai "Lorong Banjir Bandang", menjadi daerah yang paling parah terdampak. Di wilayah ini saja, sedikitnya 94 orang tewas. Tragedi terbesar terjadi di Camp Mystic, sebuah perkemahan khusus perempuan yang menampung sekitar 750 orang. Banjir yang datang secara tiba-tiba menyapu perkemahan, mengakibatkan puluhan korban jiwa dan beberapa orang masih hilang. Lima peserta perkemahan dan seorang konselor masih dinyatakan hilang hingga saat ini, demikian juga seorang anak yang tidak terkait dengan perkemahan tersebut.

Upaya pencarian dan penyelamatan yang melibatkan helikopter, drone, dan anjing pelacak menghadapi kendala besar akibat kondisi lapangan yang sulit. Tim penyelamat harus berjuang melawan arus air yang deras dan tumpukan puing-puing yang menghalangi akses ke lokasi korban. Ben Baker dari Texas Game Wardens menggambarkan kesulitan tersebut sebagai pekerjaan yang "sangat berbahaya dan memakan waktu".
Selain di Kerr County, sedikitnya 17 kematian dilaporkan di wilayah sekitar. Total korban tewas akibat banjir dahsyat ini telah melampaui angka 100 jiwa. Dengan prediksi hujan yang masih akan terus mengguyur wilayah tersebut, dikhawatirkan jumlah korban jiwa akan terus bertambah, dan upaya pencarian dan penyelamatan akan semakin sulit. Prakiraan cuaca memperingatkan potensi banjir susulan yang akan semakin mempersulit proses pemulihan.
